Tuesday, July 16, 2013

Raul’s Circumcision

Awalnya sama sekali ngga terlalu mikirin kapan Raul (4.5 tahun) sunat. Aku berpikir, khitan adalah sesuatu yang besar, dan bisa jadi menyakitkan buat seorang anak. Jadi, aku lebih mikir let it flow, ada masanya dia akan minta sendiri. Apalagi setelah baca baca tulisannya pak guru holistic healing yang bilang bahwa sirkumsisi adalah hal yang traumatis dan merupakan tindakan mutilasi yang harus dihindari di dunia moderen (which is saya tidak setuju ya kalo terkait tuntunan agama yang hikmah dlm bidang kesehatannya pun sudah terbukti, tp saya ambil lesson nya aja, yaitu mengenai minimasi trauma).

Tapi, karena Raul masih ngalamin enuresis, yang setelah diobservasi sepertinya bukan masalah fisik (bukan berhubungan dengan diabetes), sangat mungkin masalah psikologis.. ada insecurity terhadap sesuatu barangkali (tapi tentu kalo psikologis agak sulit dan perlu waktu utk observasi yah),  pakdok memberikan salah satu usulan ini. Khitan. Khitan memang tidak ada hubungan langsung, tapi akan menjadi sebuah momen pembaruan, momen transformasi psikologis seorang anak. So... bismillah, saya mulai sounding ke Raul jauh jauh hari. Saya ingin Raul menuju ke tempatnya khitan dengan bangga dan antusias.

Saya bilang ke Raul gimana kalau Raul disunat nanti saat liburan. Anak laki laki harus disunat, cepat atau lambat. Lalu saya mulai cari cari info mengenai metoda khitan, which was lumayan bikin pusing dan bingung, karena masing masing punya kelemahan dan risiko. Tapi saat itu, saya sedang cenderung pada smart klamp. Saya cari videonya di youtube, dan saya tunjukkan ke Raul. Kami tonton deh video sunat bareng bareng. Saya ngga bakal bilang kalau sunat itu tidak sakit. Saya bilang, nanti dibius, mungkin ada sakit, tapi Raul pasti bisa mengatasi itu. Dan dia pun makin antusias, dan mulai cerita cerita ke orang orang kalau dia mau disunat, dengan gagah berani.

Pilihan kami jatuh ke sebuah klinik sunat yang dinaungi sebuah organisasi terkenal, letaknya di dekat rumah. Nah, saat libur telah tiba, kami ke sana, tanya biaya dan sebagainya. Agak kecewa, karena di sana hanya melayani metoda kauterisasi, sementara metoda ini adalah metoda terakhir yang ingin saya pilih. Tapi, pihak klinik berhasil meyakinkan, bahwa metoda ini aman, cepat, minim rasa sakit, minim darah. Ditunjang dengan berbagai foto sunatan massal, sunatan artis, dan sunatan pejabat termasuk sunatan anaknya dokter. Di temboknya banyak dipajang piagam, sertifikat, macem macem dah. Antriannya punnn bujubuneng... panjang bener. Saya sempat cari cari lagi yang bisa smart klamp ataupun metoda konvensional yang bisa dilakukan segera (karena masa libur yang terbatas, dan saya berharap Raul punya kesempatan utk recovery yang panjang). Di saat merasa harus segera memutuskan, belum ketemu juga. Akhirnya atas pertimbangan dan persetujuan ayahnya juga, bismillah, di klinik itu saja. Toh yang menangani tim dokter juga.

Hari Senin, sebelum ayahnya ngantor, kami datang ke sana habis solat subuh. Alhamdulillah ga ada antrian dan langsung masuk. Dokternya tidak banyak bicara. Ga ada perkenalan ke anak. Langsung nyuruh Raul rebahan di atas kasur. Krn khitan adalah hal yang saya anggap urusan serius dan besarl, saya mulai melakukan proses komunikasi ke Raul. Saya bilang ke Raul, dia akan menjalani proses sunatnya dengan alat yang itu, nanti begini begitu. Raul tanya sakit atau tidak, pake jarum atau tidak, dijahit atau tidak. Setahu saya sih ga dijahit dan ga terlalu sakit, tapi saya tanyakan saja ke dokternya, sebagai bagian dari prosesi komunikasi.

‘Dok, nanti disuntik ngga dok?’

'Nggak', jawab dokter

Ngga dijahit juga kan?

'Nggak',  jawab dokter

'Wahh alhamdulillah, tuh kan... Raul pasti bisa. Mungkin akan sakit sedikit, tapi engga apa apa'

'Smart klamp nya mana bunda?', tanya Raul

Ups.... jangan jangan saya kurang mengkomunikasikan kalau dia nggak jadi pakai metoda smart klamp. Haduuuhhh maaf naaak

Sekarang kita mau pakai kauterisasi, Raul. Itu alatnya. Prosesnya lebih cepat. Kalau smart klamp seminggu harus balik lagi *ngeles deh*

'Tapi Raul mau smart klaaaamp' , mulai merajuk. Yah yah.. panjang dehh ceramah saya ke Raul. Ayahnya ikut bantu juga.

Setelah itu, dokter mulai mengeluarkan jarum suntik untuk bius. Duh... kaget. Sebenarnya dari awal saya sudah mikir, kalau sunat pasti akan ada jarum untuk bius, dan saya tidak mengharapkan dokter berbohong untuk mengelabui anak. Setelah dokter bilang ga pakai jarum, saya pikir benar benar ga pakai jarum. Langsung buru buru saya koreksi, saya ga mau Raul merasa dibohongi. “Waduh sayang, maaf ya, ternyata ada jarumnya, tapi engga apa apa kok, itu biar ngga sakit”

Langsung di njus deh. Tapi entah kenapa Raul kesakitan. Mungkin berlebihan aja krn takut ada jarum masuk kelamaan.

Setelah itu pelan pelan dokter membuka kulitnya, dan terlihatlah itu kotoran kotoran di balik kulitnya (nahhh inilah hikmah dari khitan sodara sodara, kita ga akan mungkin membersihkan kotoran kotoran di balik kulit ituuuu). Setelah itu dilakukanlah proses pemotongannya dengan kauter. Tapi hikss... Raul nangis kesakitan, I didn't understand what was going on. Dia bener bener kesakitan, atau karena keburu ketakutan aja.

Pasca pemotongan, dokter tiba tiba... bikin kaget saya sekali lagi dengan mengeluarkan jarum dan benang jahit. SEKALI LAGI saya harus koreksi ke Raul sebelum proses menjahit dimulai, sementara si dokter diem aja gak ngomong apa apa. “Wahhh... bunda pikir ga dijahit sayang, ternyata dijahit. Maaf ya. Tapi engga apa apa kok, kan sudah dibius...”  Tapi lagi lagi Raul nangis membahana. I felt guilty, dan kesel sebenarnya sama dokter. Proses komunikasi tidak berjalan lancar, dan saya nggak suka praktisi khitan tidak melakukan komunikasi jujur untuk pengkondisian. This is a big thing, dan ternyata painful jiwa dan raga. Harusnya kan ada proses hypno khitan kek atau apapun lah sebutannya. Ini anak kecil gitu lho. Jadi sepanjang tangisannya saya Cuma bisa pegang tangannya dan terus berdzikir, sambil agak agak mengutuki diri sendiri, kenapa saya nggak kenalan dulu gitu sama dokternya, kenapa saya terburu buru demi mengejar waktu sebelum liburan selesai. Arrrgghh.. kesal sekali. Atau memang saya aja yang lebay dan sebenarnya semua anak mengalami ini? Tapi ya sudahlah. Yang bisa dilakukan hanya kasih dukungan terbaik sekarang.

2 malam pertama saya nggak bisa tidur, karena Raul ngga bisa tidur. Nyut nyutan katanya. Sakit katanya. It really broke my heart. Saya jg H2C lihat wujud hasilnya. Kok begini, kok begitu, ikut panik. Apalagi Raul meronta ronta dibersihkan pasca pipis, ga mau dibersihkan, karena sakit. Mau ngasih salep juga musti berantem. Hari ketiga sudah ngga keluar darah, tapi emang keluar getah khas luka bakar. So... sebenernya metoda ini, dari segi penyembuhan, tidak lebih baik lah dari konvensional. Waktu penyembuhan kira2 sama. Bedanya, metoda konvensional akan lebih banyak darah, kalau kauter akan lebih banyak getah (haisshhh dipikir pikir sama repotnya). Alhamdulillah kira2 1 minggu sudah ngga protes kalau dibersihkan, dan 2 minggu sudah lepas semua keropeng lukanya. Duh lega banget hasilnya bagus dan sepertinya kemarin kemarin saya terlalu didera ketakutan hasilnya akan ga bagus. Alhamdulillah walopun dokternya nyebelin saat prosesnya, tapi ternyata mau menjawab sms kekhawatiran, bahkan nelepon. Jadi ngga perlu kontrol pasca sunat hehe..

[caption id="attachment_213" align="aligncenter" width="300"]diambil dari alatkhitan.com diambil dari alatkhitan.com[/caption]


Gambar di atas adalah gambar celana sunat, dipakai selama penyembuhan. Dokter menyarankan di rumah tidak usah pakai apa apa, supaya kena udara dan mempercepat penyembuhan. Celana ini dipakai saat ke luar rumah saja. Hari kedua pasca khitan, saya memutuskan ngajak Raul pergi belanja ke Carrefour, lumayan lah buat hiburan dia supaya ngga terlalu mikirin nasib mr.P nya, huehehehe. Selama di jalan, happy happy aja tuh. Drama nya dimulai ketika sampe rumah lagi, hihi.

Alhamdulillah, syukur pada Allah, terlepas dari segala proses yang bikin kesal, tentu ada hikmah dan pembelajaran buat kami. He’s a big boy now, dan dengan bangga bilang ke aki nini nya, ‘raul sudah sunat lho!’

2013-01-17 09.20.58Radhika

Kejang Demam

Sharing ttg kesehatan ahh
Hendak sharing mengenai tatalaksana kejang demam pada anak, dan info terkait

Emang sih ya ada di buku, tapi suka dilewat lewat kalo baca buku teh, giliran kejadian, tetep wee bingung, hahaa..

Berikut ini yaa
1. Kejang demam biasanya terjadi pada demam hari ke 1, kadang kadang gak musti panas tinggi loh. Waspada kalau punya bapak atau ibu yang kecilnya pernah kejang demam.

2. Yang perlu diperhatikan adalah: durasi kejang, kondisi anak pra dan pasca kejang. So, keep calm, perhatikan jam atau stopwatch, kalo perlu rekam pake video, bisi bingung jelasinnya ke dokter, kalo emang perlu ke dokter nantinya.

3. Kejang demam adalah hal yang harmless, jadi ndak perlu teriak teriak panik *ini mah mimin banget haha* justru butuh tenang utk mencatat segala gejala, supaya kita bisa identifikasi, ini kejang demam apa bukan (kalo bukan kejang demam, bisa epilepsi, bisa meningitis)

4. Normally terjadi 2-5 menit. Kalo sudah lebih, atau terlihat membiru, bawa ke UGD. Biasanya kalo kejang pertama atau di bawah 1 tahun, UGD akan merujuk utk rawat inap. Tapi kalau sudah paham gak perlu ke UGD, haduuh mending jangan ke UGD deh ntar disuruh rawat inap dan susah pulang dan disuruh minum AB tanpa penjelasan, haha (*curhat pelaku pulang paksa dari RS* yang kemudian dibenarkan oleh dsa nya si anak)

5. Rebahkan anak di kasur, longgarkan pakaian, jangan ditahan gerakannya. Miringkan, utk mencegah tersedak kalau2 anak lagi makan. Amati anggota badannya, kejangnya simetri atau tidak. Catat. (no gendong, no guyur guyur air, no kopi atau sendok). Catatan ini buat bahan konsul sama dokternya, kalo memang mau ke dokter.

6. Kejang demam sederhana terjadi Cuma 1 kali dalam 1 siklus panas. Kalau lebih dari 1x dlm 24 jam, disebut kejang demam kompleks. Kejang demam kompleks, not necessarily sesuatu yang bahaya, hanya butuh investigasi lebih lanjut.

7. Ngasih kopi, sendok, konon adalah mitos. Tapi yg disebut mitos itu bisa jadi hanya karena blm ada pembuktian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Mimin ndak berani bilang pemberian kopi atau sendok atau guyur air dingin sebagai tindakan yang salah jg sih, hihi, tapi,.. do it at your own risk. Blm ada buktinya kopi mengatasi kejang, TAPI... ada buktinya (kata pakdokter) bahwa kopi bisa mencegah (atau mengatasi ya? Lupa) apneu alias henti nafas, dan henti nafas adalah hal yang bisa saja terjadi, dan merupakan salah satu efek samping –yang memang kemungkinannya kecil terjadi- pemberian obat anti kejang.

8. Obat anti kejang punya efek samping mengantuk dan bikin lemes (dan... henti nafas) . Sementara respon pasca kejang itu sendiri bisa macam macam, bisa nangis, bisa lemes, tidur. So, pemberian obat anti kejang bisa meninbulkan kesimpulan yang ambigu mengenai respon pasca kejang. Rata2 dokter sih akan meresepkan ini, tapi dsa nya anak2 mimin cenderung nggak, kecuali utk pasien di remote area, atau pasien kejang kompleks yang ada gejala mengkhawatirkan.
Sekian, trimikisi, smoga bermanfaat:)

Wednesday, March 27, 2013

Ekonomi Islam - Perbankan

Oke… topic liqo kami tanggal 26 Maret adalah tentang ekonomi islam (lagi), fokus sama perbankan syariah. Kali ini aku rangkum biar ga digetok ibu narasumber lagi.

Narasumber kita kali ini adalah Bu Alfati N. featuring Bu YuriaPC. Jawaban dari narasumber sesuai dengan warna pada namanya yaaa… Harap diketahui bahasan  di bawah adalah untuk newbie. 

 

Sedikit intro untuk rangkuman di bawah

3 transaksi yang dilarang dalam islam: Riba, Gharar, dan Maysir. Dalil mengenai pelarangan 3 jenis transaksi ini akan saya rangkum di post yang lain.

 

Here we go

Bismillahirrahmanirrahiim

 

Me:  Ya atuh masak kpr margin nya gede banget, bikin rumah gak terjangkau, hihihi

AN: Itu yg ngatur BI atuh buuuu. Buat keseimbangan ekonomi. Mikro dan makro itu berkaitan. Bunga diturunin, ngaruh ke cadangan devisa, export import, transaksi LN, dll

Kl yg murah2,itu buat rakyat kecil Rikkkk

Nah kalo gajinya gede, deposito minta hasil gede, ya ngga bisa.

Kpr konven bunganya ga fix..bebas naik turun sesuka hati

Wajar atuhhh margin KPR gede

Misal dirimu margin depo 6% (dah versi gede banget nih)

Kebayanglah ya bank kudu jual KPR dgn margin min 9%

Lha 6% diambil Rika

Someday, depo bakal dibikin jd 1% kyk Jepang

So kredit pun bs jd 3-4% sajaaaa

KPR blm bs rendah karna nasabah nabung, depo,dkk blm cocok dkasih kebijakan margin kecil

Bukan hanya KPR, semua kredit bank

Tapiiiii

Thn depan BI mulai menurunkan margin/bunga bank secara drastis kl dsetujui

So bisa jd bakal cm 1% margin/bunga deposito teh per tahun

Kayak Jepang, eropa,amriki

YPC: Jadi deposito pun turuuunnn

AN: Yg mau ngutang jd murahhhhh

Yuppiiiiii

Jualan LM larissss

YPC: Orang ga mau nabung lagii..pada beli forex, ikut trading, beli obligasi

Bank ketar ketir

AN: Investasi jualan RD, saham, franchise laris manis tanjung kimpulll

YPC: Bunga kpr pun ikut naik...wakakak

Cyclus never end

AN: Iyaaa, itulah ekonomi

Kl analisa suami, angka 1% blm cocok utk Indonesia

4% mentoknya

Itupun kl ekonomi stabil

YPC: Kalau soal hitungan ya rik, ga usah dibandingin..konven atau syariah ga mibgkin jauh beda

Ga Mungkin

AN: betullll, da acuannya BI rate

Konven murah karna diskon 1-2th pertama

Abis itu siap2 dehhh    -----> ini yang disebut ketidakjelasan, transaksi yang dilarang 

YPC: 4% dan investor pun kabur...qiqiqi

Emang ada yang mau nyimpen disini dikasih 4%?

Resiko tinggi gitu

AN: Paling pol tuh ekonomi Islam

Untung rugi bagi rata

Tp indonesia blm siap

Negara islam manapun dink,blm siap

Karna mental penipu dan nggak bertanggung jawab msh banyak

Mungkin saat khilafah nanti bakal ada sistem yg lebih adil

Skrg tahapnya sosialisasi dan mengurangi akad maghrib dulu

Maysir, gharar, riba

Rika datang k bank bawa uang 5M, bilang titip invest ya bank, berapapun hasil/ruginya sy trima

Mak Lei datang k bank minjem 5M, untungnya bagi ama bank

Rugi pun kita atasi bersama

Aman yaaa

Tp mungkin ga yaaa

Yg punya deposito yg bakal ga rela, bu Rika itu  ---> ih bawa bawa namakuhh

Kl sekarang, itu belum bs dilakukan, karna yg buka tab dan depo msh mengharapkan keuntunngan

Sehingga urk sementara, yg dibereskan syariah adalah membungakan uang, transaksi diperjelas dan spekulasi dilarang keras.

Mona : Duuhh..sering disebut di qur'an ya pdhl..*kmn aja

 

Elma:  Jadi bank syariah di kita belum ada yg tanggung rugi bersama ya ?

 

AN: Belum ada Elma

Tp ketika nasabah rugi (bukan karna kelalaian), nasabah bisa diskon marginnya bahkan kembalikan pokok saja

AN: Kl bank konven, udah rugi, bunga berbunga pula

Iya..paksu ku blgny gt jg..kl bnr syariah ya bagi hasil itu hasil untung maupun rugi

Orang rugi kok diperas

Yg nabung mau ga kayak gt?

YPC: Didemo sama nasabah dan dihajar BI 

AN: Margin bulan ini minus ya kata bank

Elma:  Bunga berbunga ya kalo yg konven ? Wewww ... Kirain berbunga doang.

AN: Lha uang yg dipinjeminPan uang yg nabung dan depo ini Mon

Bunga berbunga Elmaaa

Itu jahatnya

Trus dari segi akad, kita minjem uang kan ke bank konven? Dilarang lho dlm islam

Kl butuh uang buat beli, ya jualbeli aja sekalian

Mona: misal buka deposito di bank nih

5M deh

 

YPC: Meni hobi eta 5M

AN: Teh Patra, dan ibu2 lain jg deh, so total 100M

Biar bank bisa ngasih keuntungan ke Mona dan ibu2 lain, uangnya kudu diputer kan Min?

Mona : Iya

AN: Diputernya itu dengan ngasih kredit Mon

Kl kreditnya sistem tanggung rugi, nasabah yg nyimpen duitnya jg kudi siap kl margin bulan/thn ini rugi, bener ga?

Mona Iya..andersten..

AN: Itu yg blm siap Mon

Mona: Hoo..iya2..bank dan nasabah siap rugi ua?

 

AN: Ada syarat utk tanggung rugi bs berlaku

1. Akhlak masy kudu jujur, bertanggung jawab

2. Masy yg nyimpen uang mau dengan dan siap dgn resiko tanggung rugi

Me: Maap agak loncat, Jadi kalo pinjem kpr mau dpt bunga atau bagi hasil kecil, artinya nasabahnya jg dpt bunganya atau bagi hasil kecil gt?

 

Me: Oo pantes ya kalo minta modal ke bank, bank ga mau tanggung rugi

Me: Ini yg dibilang temenku, bank syariah itu blm syariah

Me: Krn yg dibayarkan adalah bagi hasil prediksi keuntungan, bukan aktual

 

Tantri:  Brarti sy kpr pinjem duit kr bni ga boleh sbnrnya ya  dlm islam?

Me: Btw asuransi dlm kpr nya jg konvensional, dobel dosa saya ya, hiksssss

AN: Kumaha kl yg minjem teh sengaja mau ngebobol bank, so kl rugi dia bebas ga usah byr lg?

Intinya, jika Islam sudah mendarah daging dimasy, baru sistem ini bs jalan

Rikaaaa,belum sesuai syariat 100%, tp udah better kan daripada konven, dan itu pun alasan blm bisa 100% syariat karna keadaan aka terpaksa.

Skrg temenmu maunya apa? 100% syariat?

Ya dakwah lah yg kenceng ke masyarakat

Jgn protes tanpa solusi,ya nggak.

@Elma dalam Islam tegas dilarang minjam uang lalu byr lebih,itu namanya riba. Dalilnya banyak kok, brows aja.

Tantri: Brarti sy tiap bulan berdosa  bayar cicilan ke bni

Tantri : Mau pindaah

 

AN: Karna sudah ada yg lebih baik, iya Tan. Walaupun blm ideal.

Pindahin aja.

Bedanya cm kena biaya lg aja kok

Margin mah percayalah, sama sajaaaa, beda2 dikit.

Kelebihan bank syariah daripada konven secara Islam saat ini

1.Transaksinya sudah tidak riba

2.Transaksi udah jelas jualbeli/ kerjasama/ titipan/ dll bukan spekulasi kayak judi lagi.

3.Dosalurkannya hanya utk sektor yg dibolehkan, so pabrik bir, babi, sambung rambut, sambung alis, judi, prostitusi, rokok ga bakal dpt kredit dari bank syariah. So ga bakalan bs hidup kan usaha kayak gt? Kecuali modal sendiri.

Kekurangannya

1.Belum ditemukan akad yg tepat utk bisa save dalam transaksi kerjasama yg bagi untung/rugi.

@Riika iya, kl mau KPR atau margin kredit apapun kecil, margin deposito dan tab nasabah jg pasti akan kecil. Konsekuensi.

@Mona belummmm, dimana2 blm bisa diterapkan akad ini. Tp MUI meegaskan kl nasabahnya rugi karna benar2 diluar prediksi dia alias bukan karna lalai dan sengaja, maka bank syariah hrs memberi diskon margin/ memperpanjang jangka waktu byr/ memghapuskan margin buat nasabah itu.

Elma: Berarti memang ekonomi syariah di indonesia ini diterapkan bertahap ya.

Elma: Setauku pinjem.ke bank syariah akadnya beda

YPC: Pokoknya kalau urusan sama bank syariah aman..

Elma: Misalnya kita mau beli mobil, trus mau pinjem uang ke bank syariah. Maka mekanismenya  bank syariah akan beli mobil itu, trus dia jual lagi dg harga lebih tinggi ke kita. Nah kita nyicil sesuai harga jual si bank ke kita dibagi waktu nyicil.

YPC: Jadi di Islam itu setiap muamalah tidak boleh ada pihak yg terzhalimi

Kalau ada uang dipinjem lamaaa itu menzhalimi yang punya uang

Jadi pinjam uang itu adalah transaksi darurat kalau tidak ada cara lain.

Dan tidak boleh berlebih

Tantri Trus status rumah sy yg dicicil dgn cara pinjam ke bank konven, rumahnya jd ga berkah dong ya

Sandi Primeia 15th jg ...

AN: Kl bank konven, tetep kudu bur bunga, dan itu bunga berbunga itungannya.

Jd dia diminta balikin 4M aja, ga usah pake bunga/margin.

Diperpanjangpun dia nggak sanggup bayar.

Misal, dia utang 5M, baru byr 1M, usahanya bangkrut.

YPC: Kalau untuk beli barang, si peminjam kan mendapat keuntungan karena jadi bisa beli dan menikmati barang tanpa modal. Wajar kalau yang punya uang juga mendapat keuntungan. Maka sebaiknya disini digunakan akad jual beli (murabaha). Jadi bukan pinjam uang

Kalau untuk modal usaha, si peminjam kan bisa dapat keuntungan. Agar adil yg punya uang juga dibagi. Maka digunakan akad mudharabah atau musyarakah. Jadi ada bagi hasil

AN: Tau ga, nasabah besar non muslim skrg setia ama bank syariah.

Me: Maksudnya nasabah besar itu apa

YPC: Yg M  M an malahan skrg sama bank syariah kebanyakan. Kecuali yg udah kadung ada kerjasama ama bank konven, kayak Payrol, diskon margin, dll

Yg saving dan minjam diatas 1M Rik

Me: Ooooo

YPC: Karna mrka merasa aman jika ternyata usahanya macet, ga kena bunga berbunga

Cumaaaa terkendala dikecepatan proses

END OF CHAT

Sunday, March 24, 2013

Waktu

Bangun pagi, siap siapin sarapan anak2, siapin raul sekolah, dandan dikit tuk mengantar suami ke depan pintu, kalo mba imah bikin sarapannya masih kurang pantes, ikutan jungkir balik mendandani isi dan tampilan meja..

Antet ayah kadang paralel dgn antar raul, jd yang mana yg duluan aja deh,...

Baru deh aku bisa mandi..
Nemenin rara main, dan sarapan. Kira2 jam 9 deh sarapan yg bener.

Time is running so fast. Aku menemani rara, biasanya agak ngga khusyuk krn mikirin urusan bisnis yg selalu keteter. Kalopun pegang laptop utk kerja, ga fokus sambil nengok rara, ngawasin pergerakannya yg heboh..

Sampai maghrib, biasanya aku ga sempat punya waktu lama dan fokus utk kerjaan. Aku harus segera menyiapkan diri sambut suami. Beresin kamar kapal pecah, ruang tengah, meja makan. Just a quick move. Kadang2 juga ga sempat.

Setelah anak dan suami tidur, baru kubuka laptop. Sekitar jam 11 malam deh, kalo beruntung. Seringnya rara terbangun dan mau aku disampingnya, nenenin, sampe ikut tidur, bablas sampe pagi. Nah kalo beruntung, aku masih melek sendiri, tp ga lama kemudian mulai menguap nguap tak kuat. Mata sudah berkabut.

Kalo lebih beruntung lagi, aku bs bgadang the whole night, mengerjakan banyak hal. Tp biasanya besokannya meriang.

Tipikal hariku seperti ini, sehingga makin hari, things to do akan semakin menumpuk, mulai yg penting hingga ga penting.

Ya Allah, karuniakan padaku rizki kesehatan dan rizki waktu yg luang, sehingga aku bisa mengemban semua amanah dgn tidak menzalimi orang lain, tdk  sampai menzalimi anak anak, suami, mama, pelanggan, orang di rumah, dan diri sendiri.

Aku ingin punya banyak waktu utk menemani anak anak
Aku ingin punya waktu utk belajar masak
Ingin waktu utk bebersih rumah
Ingin waktu utk membangun fondasi usaha supaya bs bermanfaat utk orang lain
Ingin waktu utk have fun dan berbakti pada suami
Ingin waktu utk rileks, ber me time, nonton hiburan sesekali tp rutin
Ingjn waktu utk membaca dan belajar agama
Ingin waktu utk ibadah dengan khusyu.

Engkaulah penggenggam waktu. Please kabulkan doaku ya Allah...
Aamiin

Ikhtiar dan pilihan (studi kasus: home birth)

Tiba tiba pengen nulis lagi tentang ini krn diskusi dengam seseorang tentang suatu isu terkait ikhtiar manusia.

Penen cerita lagi tentang home birth, dengan sudut bahasan yang berbeda.

Aku memilih home birth
1. Utamanya bukan utk pembuktian bahwa perempuan bs melahirkan secara alami
2. Bukan anti sesar
3. Bukan skeptis akibat keracunan nonton film birth as we know it yg ,emang mengkritisi fasilitas medis terhadap ibu bersalin

Lebih karena
1. Belum menemukan fasilitas medis yg memenuhi kriteria: dekat, pro asi, pelayanan memberikan kesempatan utk menjadikan pasien sebagai subyek yg berhak memilih pengkondisian sebuah proses kelahiran

2. Trauma dgn kelahiran sblmnya yang tanpa privacy, penuh intervensi tanpa komunikasi, walaupun dokternya termasuk dokter yang super baik hati

3. Puengen bangt nyobain waterbirth tp praktisi dokter yg deket lelaki. Ogah.

Bisa dilihat bahwa reasoning utamanya adalah mendapatkan pengkondisian emosi yg baik, rasa tenang, bahagia, dan mendapatkan tindakan intervensi sebagai last option dgn diberi kesempatan untuk memutuskan dengan sadar, kemauan sendiri, bukan kemauan orang, kepentingan diri dan bayi, bukan kepentingam orang lain, karena... dari kesimpulan 'dongengan' yg panjang utk diceritakan, hal ini adalah faktor lahirnya manusia yg bahagia, sehat lahir batin, minim trauma, krn trauma kelahiran aku percayai membawa dampak kepada karakter (selain faktor2 lainnya seperti genetik dll, tentunya), dan bonding emosi ibu dan bayi yang akan terbawa hingga nanti.

Risiko
Aku sih (merasa, rasanya lho ya) bukan tipe wanita wanita hebat (seperti yg kubayangkan) dan kuat yang percaya diri besar dengan kekuatan diri, dll (dalam hal memilih home birth). Sebenarnyaaa  lebih disebabkan keputusasaan tidak menemukan fasilitas medis yang bisa dan mau memasilitasi harapanku. Dengan kondisi aku sadar bahwa aku bukan belum jadi tipe yang 'alami alami'  (yg dengan persisten melakukan FC atau eat raw food, rajin yoga dst), sering makan mi instan dan sambel botol, sering terganggu relaksasi, lebay ketakutan saat pijat perineum, jarang earthing, jarang latihan nafas dan latihan latihan lainnya, I might have more risk daripada wanita wanita hebat yang telaten mempersiapkan diri. Tetep siiih aku berusaha menyempurnakan persiapan, tapi yaa... masih banyak deh kekurangannya. Orang orang jaman dahulu memang melahirkan dengan mudah, udara yg mereka hirup lebih bersih, mereka jalan kaki jarak jauh setiap hari. Mereka makan makanan alami walopun ngga pernah niat melakukan diet food combining atau diet raw food yang ngetren kembali jaman sekarang. Kesehatan mereka lebih seimbang, yang aku percaya inilah yang menyebabkan tubuh mereka bekerja dengan baik, termasuk dalam kehamilan dan kelahiran. Minim komplikasi.

Hari gini? Dengan kondisi aktualku? Yang bener aja, sampe sekarang aku juga suka mikir, weww pede juga ya gua ngelahirin rara di rumah dgn kebiasaan hidupku yang tipikal urban begini. Beginiii.... Aku melihat kok risikonya. Worst case nya adalah aku mengalami komplikasi ga ketebak yang lebih lambat ditangani ketimbang kalau aku melahirkan di rumah sakit, bagaikan orang naik motor atau mobil yang berisiko ketabrak, bagaikan main sky diving yang berisiko parasutnya ngadat lalu langsung jatuh dan ..... (isi sendiri yah).

Tapi coba lihat best case nya. Best case nya adalah aku melahirkan dalam situasi tenang dan penuh cinta, hormon tubuhku bekerja optimal dan membantuku melahirkan dengan sangat lancar, asi ku melimpahruah seiring melimpahnya oksitosin, bayiku lahir tanpa dibuat stress atau dipaksa keluar karena alasan lewat tanggal atau alasan kondisi penyulit yang sedikit meleset dari standar text book. Bayiku terlahir dari perut seorang ibu yang bahagia. Aku percaya kebahagiaan dan ketenangan orang orang yang menyambutnya mempengaruhi kebahagiaannya sebagai manusia baru. Dia lahir dengan tenaaang sekali, peralihannya begitu lembut dan tidak mengagetkan, dia keluar tanpa ditarik, keluar benar benar atas free will nya, murni kerjasama ibu dan bayi, memberikan ia kesempatan perdana untuk merasa dipercayai. Ibaratnya sky diver yang bisa melihat pemandangan sejauh cakrawala, merasakan aliran adrenalin yang ngga ada duanya, yang pastinya dia tidak lagi mengkhawatirkan parasutnya akan terbuka atau tidak.

Aku ingin memberikan kesempatan best case ini untuk terwujud. Setelah membuat pilihan, baru deh mari kita mikir untuk merencanakan manajemen risikonya, kuasai dan tentukan batas kedaruratan di mana kita harus memasrahkan diri pada pihak medis yang kompeten, jika memang pasti berhubungan dengan jiwa sang bayi. Kalaupun ada kondisi gawat, aku juga ngga akan ngotot melahirkan normal. Selanjutnya pasrah total, percaya Allah, percaya diri, percaya sang bayi.

Closing..
So.. ikhtiar bukan berarti menghindari segala risiko dengan menghilangkan segala potensi baik dan menurunkan cita cita. It's about setting your self goal and limit. Setiap orang bisa punya tujuan dan batas sendiri. Jika berbeda, ini bukan masalah benar atau salah, tapi sekedar perbedaan preferensi tujuan atau cara:-) yang pasti, sebelum nentuin tujuan dan batas, set your mind to zero, hilangkan trauma, kebencian subyektif atas sesuatu yang bisa jadi muncul akibat kejadian kecil dalam hidup kita yang sebetulnya tidak bisa kita jadikan generalisasi.

Sekian dan tirimikisiiii:-)

Monday, March 18, 2013

Menyiapkan Masa Depan

Dari komennya seorang teman di grup ITBMH tentang 'menyiapkan masa depan'

Makasih bu Alfati Nova:)

Ada banyak dalil dlm Al-Qur'an yg memganjurkan kita utk berusaha menyiapkan hari esok, dan bagaimana usaha terbaik utk itu jg ada dalilnya, lalu usaha2 yg dibolehkan jg ada. Dalam hadits jg banyak, aku kutip beberapa aja nih:

1. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Hasyr : 18)

2. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(Annisa : 9)

3. “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.” Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah
kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur.” (Yusuf : 46 – 49)

4. Dari Sa’d bin Abi Waqas ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “… Sesungguhnya engkau jika meninggalkan anak-anakmu dalam keadaan kaya (berkecukupan) adalah lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam kondisi miskin meminta-minta pada manusia. Dan sesungguhnya tidaklah engkau memberikan nafkah kepada keluargamu dengan tujuan mengharap keridhaan Allah SWT, melainkan akan Allah berikan pahala atasnya, bahkan suapan yang engkau suapkan ke mulut istrimu…” (HR. Bukhari)

TAMBAHAN dari Bu Mentor Teh PATRA

1. Rasulullah menyimpan makanan untuk kebutuhan keluarga selama setahun [HR Bukhari no 2904 dan Muslim no 1757].

2. Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya. [HR Muslim & Ahmad]

UPDATE

Teh Patra : Sepemahaman saya, dalam hal Rasulullah menginfakan seluruh hartanya, statusnya 'pernah'. Itu adalah kemuliaan beliau dan para sahabat, tapi bukan untuk dijadikan syariat. 

Makanya Rasul bertanya pada Abu Bakar saat Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya 'lalu apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?'. 

Dan Rasul juga tidak protes terhadap Umar yang'hanya' menginfaqkan separuh hartanya. Dan juga tidak memerintahkan semua sahabat menginfaqkan seluruh hartanya seperti beliau.
Teh Patra Dalam Islam, harta yang paling barakah adalah harta yang paling banyak manfaatnya. Makanya islam tidak merekomendasikan/melarang harta idle. Seperti air menggenang, harta idle itu berpotensi mengandung penyakit. Lagipula harta idle akan terus berkurang karena zakat.

Tapi larangan ini bukan bersifat haram seperti haramnya berjudi atau mencuri. Hanya tidak disukai, tidak barakah. 
Harta idle itu terutama ditujukan pada harta yang benar2 diam, tidak jelas peruntukannya. Uang nganggur, tanah, bangunan, dll.

Sementara kalau tabungan yang jelas peruntukannya, itu dikategorikan planning, persiapan. Jadi bahkan dianjurkan. Dalam kaidah fiqh disebutkan 'sesuatu yang tanpanya suatu kewajiban tidak dapat dilakukan maka hukumnya wajib'. Misalnya jika untuk melakukan kewajiban berhaji tidak mungkin ditempuh kecuali dengan tabungan haji, maka tabungan haji menjadi wajib.

Apalagi di kondisi jaman sekuler seperti sekarang, dimana segala sesuatu memang harus bayar. Kecuali kalau mau sekolah ga bayar kayak saya..hehe

7 minutes ago · Like · 2

Friday, March 8, 2013

Niat dan Keikhlasan

Mentoring 1. Niat dan Keikhlasan

quranDari Umar ra berkata bahwa saya mendengar Rasul bersabda : Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapat balasan sesuai apa yg diniatkannya.

Barangsiapa berhijrah utk mendapat keridhaan Allah dan RasulNya, maka hijrahnya akan mendapat keridhaan Allah dan RasulNya.

Barangsiapa berhijrah untuk dunia yg dikehendakinya, atau wanita yg ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu pada apa yang dikehendakinya

(teks dan rincian hadis bisa dilihat di http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html)

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan Nya dalam menjalankanagama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus' qs. Al Bayinah : 5

Note from teh Patra:

Memurnikan ketaatan ( mukhlisin) maknanya adalah wala' (loyal) dan bara' (berlepas diri).

Artinya kita memberikan loyalitas hanya pada Allah saja dan berlepas diri segala sesuatu selainNya.

Niat adalah sesuatu yang mendasari amal. Niat yang menentukan hasil dari amal yang kita kerjakan.

Kalau kita niat mencuci piring agar piring menjadi bersih, maka piring akan menjadi bersih.

Kalau kita niat mencuci piring untuk menyediakan piring bersih untuk keluarga, agar menjadi keluarga yang sehat, selalu bersedia beribadah dan menjadi manusia yg bermanfaat bagi ummat, maka pahala dari semua yg kita niatkan itu tetap kita dapatkan dan piring tetap bersih juga.