Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts
Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts

Saturday, January 18, 2014

Love you, Allah

Pada suatu saat, pada titik (yang kuanggap) terendah di mana aku sedih, merasa tidak berharga, kadang pengen mati aja (kalau dirunut ada gejala depresi), aku (sekarang) merasa, saat itu justru Allah sedang sayang sekali padaku. Jadi ketika itu, ketika aku benar benar merasa hilang pegangan, dengan sepenuuuuuhhhh hati, jiwa, dan raga, aku sujud, aku menangis sejadi jadinya, curhat habis habisan pada Allah, minta tolong pada Allah. Aku merasakan benar benar tidak bisa mengandalkan siapa siapa, merasa sendiri. Allah yang maha penyayang, dengan cara memberiku kejatuhan mental sedemikian rupa, di sisi lain justru membangkitkan rasa keberserahan yang total. Aku lemas. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Jadi aku serahkan hatiku, rasa sedihku, pada Allah.

Aku tidak tahu ada momen khusus apa sehingga aku merasa jauh lebih tenang. Makin ke sini, makin tenang, makin bersyukur, makin bahagia. Bersyukur sekali punya teman teman yang soleehaaah di grup whatsapp. Di grup makin sering saja membahas perenungan mengenai diri sendiri, betapa Allah sudah memberikan porsi peran kita di dunia, betapa kita sudah ditakdirkan dan diserahi peran sesuai kapasitas dan karakter kita, menjadi ibunya si A dan si B, menjadi istrinya C, menjadi anaknya D. Di saat yang sama juga aku mencoba ikut grup TDOJ, mengintensifkan tilawah, yang berasa juga punya peran mendamaikan hati, mulai mendoakan orang orang di sekitarku yang selama ini mungkin aku anggap berandil dalam penderitaanku, Allah pun mempertemukanku dengan orang yang belajar mengenai pembersihan hati. Selain itu Allah pun memunculkan seseorang yang membuatku ingat bahwa aku pernah belajar teknik self healing yang sebenarnya sudah lama aku pelajari tapi memang aku tidak pernah meluangkan waktu untuk praktek, sehingga akhirnya aku praktek lagi.

Aku yakin, karena kehendak Allah, karena resultan dari hal hal yang aku mulai lakukan untuk berdamai dengan diri sendiri, juga hal hal yang secara langsung Allah beri padaku,  things have changed. Bukan cuma aku yang menjadi lebih tenang menyikapi realita yang tidak sempurna, tapi... realita itu sendiri juga berubah, atas kehendak dan kasih sayang Allah, tentunya. Akupun mengambil kesimpulan, fokuslah dengan memperbaiki respon kita terhadap masalah, besarkan energi kita, dan lihatlah bagaimana lingkungan kita berubah. Syukurku pada Allah yang menjatuhkanku sehingga aku bisa tunduk dan berserah total. Syukurku pada Allah yang sayang dan mau mengangkatku dengan memberikan jalan jalan solusi untuk dilalui.

Laa haula wa laa quwwata illa billaah....

Surah ke-94. 8 ayat. Makkiyyah  (sumber tulisan di bawah: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-al-insyirah.html)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Ayat 1-8: Kedudukan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan ketinggian derajatnya, serta perintah Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam agar terus berjuang dengan ikhlas dan tawakkal.


أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (١) وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (٢) الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (٣) وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (٤) فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦) فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ   (٨)


Terjemah Surat Al Insyirah / Alam Nasyrah Ayat 1-8


1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?,


2. Dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,


3. yang memberatkan punggungmu,


4. Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.


5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,


6. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.


7. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk (urusan yang lain),


8. dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.



Tafsir bisa dilihat di  http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-al-insyirah.html  

Monday, January 13, 2014

Istri atau Asisten Rumah Tangga?

Beberapa hari yang lalu, newsfeed FB saya ramai oleh link berikut ini

http://www.rumahfiqih.com/m/x.php?id=1389123555&istri-atau-pembantu-rumah-tangga.htm

Ngga usah disalin di sini yaa, silahkeun meluncur pada link di atas. Intinya... dalam islam, istri yang dianggap wajib mengerjakan pekerjaan rumah (ngepel, masak, nyuci, dll) itu sebenarnya salah kaprah, karenaa... ya memang tidak wajib, hehe.

Lalu berlangsunglah diskusi ini di grup liqo yang saya ikuti:

(sementara pake nama samaran dulu, kecuali nama saya sendiri, hhihi)

PART ONE. PROLOG

Tyas: Saya kok agak kurang sreg ya

Soalnya inget kisah yg fatimah lg giling gandum terus Rasulullah datang...terus fatimah minta pembantu..sama rasul ga boleh..krn pahalanya besar

Ada tetangga curhat istrinya tiba2 minta pembantu..minta rumah..kyknya istrinya abis baca artikel ini

rika | Rika: Tyas, imho, kalo blm punya art dan suaminya punya uang, kasih aja ART napa sih

Nah kalo ga punya uang buat hire art, kasihtau ke istrinya.. “kalo papi hire art, kudu potong uang belanja, mami mau?”. Suruh istrinya milih.

...Walopun aku jg masih tandatanya ttg hubungannya dgn fatimah n gilingan gandum

 

(bagi yang masih bingung apa maksudnya Fatimah dan gilingan gandum, monggo browsing aja yaa..  bisa kepanjangan kalo dishare di sini)

Kira2 ada maksud apa rasul sampe membiarkan anaknya keletihan seperti itu

Apa mungkin krn 'menghormati Ali sebagai suami, sebagai wali dari fatimah?

Saat itu kan Ali memang termasuk tidak punya ya, so istrinya harus bersabar

Tp itu kesimpulan saya sdiri yaa, jgn dijadikan rujukan, ehe

Dian: Yg fatimah n gilingan gandum mkn lebih ke ngajak fatimah utk pengertian dgn kondisi suami yg pas2an

rika | Rika: Kayaknya akan lebih imbang kalo kesimpulan fatimah n gilingan dimasukkan ke penjelasan ust sarwat ya

Jd gak dipelintir oleh oknum istri

Dian: Yg kurang sreg dari artikel itu yg bagian kewajiban istri hanya di urusan melayani kebutuhan seksual.

rika | Rika: Krn ini yg sifatnya halal haram, dosa, gt kali ..

Tyas: Nah yg saya sesalkan tuh..artikel ini mungkin bikin sebagian istri yg tadinya ikhlas..mengerjaan pekerjaan rumah krn berharap pahala teteskeringat krn mengrjakan keewajibannya sebagai seorang istri..jd "oooh jd ngga wajib toh..pahalanya ga pol dong..bukan pahala wajib"..dan jd nuntut macem2 ke suaminya..selain tetangga..gurunya sodara saya...dia bahas artiukel ini dr sudut pandang gitu...jd dia baru tau dan merasa selama ini rugi..

Dian: Iya mmg artikel ini harus dipahami hati2. berpotensi salah persepsi. Jujur kmrn stlh baca artikel ini sy sempet bbrp detik kepikiran 'wah alhamdulillah brarti gpp/ga dosa kl ga masakin sarapan suami, ternyata bkn kewajiban'. Jd tergoda buat nyantai pagi2 ga masak sarapan hehe.

Adya:  Sy mah klo baca artikel macam gini, bukan ikjlas ga ikhlas sih jdnya, tp ceritanya bertekad ngajarin ketrampilan ngurus rumah, baik ke anak cewe maupun anak cowo dengan tanggungjawab yg sama. Karna itu kebutuhan hidup. Karna ini kebutuhan hidup. Klo mau makan ya hrs bikin dulu dll... Bukan layan melayani

Tyas:  Buat yg sekedar baca..tidak sampai merenungkan hikmah, dsb..emang jd provokatif sih artikel ini

PART TWO. WEJANGAN SERIUS

Wejangan bu Elma Fitria (yang ini namanya beneran)

Setuju urusan rumah tangga adalah tentang memenuhi kebutuhan, bukan hubungan ordinat dan subordinat. Kata "melayani" suami dalam Islam , setau saya konteksnya di kamar.

Lalu kenapa seringnya istri yang menyediakan kebutuhan suami ? imho, paradigma yang tepat adalah bagi tugas, dan karena saya mencintai suami saya, i want to make everything easier for him karena suami sudah berlelah lelah menyediakan kebutuhan sekeluarga uang suami adalah uang keluarga. uang istri adalah milik istri sendiri.

Suami harus siap dihisab atas kesalahan anak istrinya, sementara istri dan anak tidak perlu menanggung hisab atas salah suaminya. Urusan rumah tangga, kalau wajib mah ya memang engga. Rasulullah juga pernah, bbersih rumah, masak sendiri, jahit sendiri, dll. Jadi ini tentang bagi tugas dalam memenuhi kebutuhan keluarga, dan ekspresi cinta untuk masing2 pasangan.

Ini tentang bermain secara tic tac, mana yang dioper sebagai tugasmu, mana yang dioper sebagai tugasku. and together we’ll reach our purpose, mendapat ridha Allah SWT

Kalau yang fatimah, setau saya, fatimah itu minta khadimat ke Rasulullah saw yang baru saja pulang perang dan bawa orang2 semacam "rampasan" perang, jadi biasa diperbantukan sebagai budak

Fatimah pun meminta atas persetujuan Ali

Rasululullah menolak permintaan Fatimah

Lalu Rasulullah mendatangi Fatimah dan Ali. Melihat sendiri kondisi mereka yang teramat sederhana. Alas tidur hanya tikar, selimut hanya nutup setengah badan, dll.

Lalu Rasulullah bersabda, "maukah engkau aku tunjukkan yang lebih baik daripada yang kau minta"

"tasbih sekian kali, tahmid sekian kali, tahlil sekian kali, setiap selesai shalat. Sungguh itu lebih baik bagimu"

oia kalau ga salah itu teh setelah Rasulullah meminta si penggilingan menggiling sendiri ya ?

hadeuh harus baca shirah lagi, rada campur aduk ingatan

mungkin ada yang bisa bantu cari link nya   ?

yang penggilingan itu berputar sendiri, Rasulullah kan bilang tentang begitu banyaknya pahala yang mengalir dari setiap butir gandum yang digiling, diolah, lalu dinakan, dari setiap helai rambut anaknya yang disisir, dst ...

jadi pahala urusan rumah tangga dan merawat anak itu sangat besar

Wejangan Teh Patra (namanya beneran juga)

Berikut ini penjelasan Ibu Mentor:

Begini begono buibu...kewajiban istri itu yang disebut langsung dalam Islam 'Hanya' masalah seksual ini.

Wajib itu artinya : kalau dikerjakan mendapat pahala, kalau tidak dikerjakan hukumnya Dosa

Karena satu2nya kebutuhan laki2 yang hanya bisa dipenuhi dengan menikah ya kebutuhan seksual itu.

(Brarti masalah ini sebenernya masalah yg besar dan penting ya

Iya si, soalnya zina tu hukumanny Rajam

Kebutuhan makan, nyuci, dll mah jadi bujangan juga oke)

Setelah menikah, pemenuhan hal2 lain itu bisa didelegasikan..kecuali satu. Ya kebutuhan biologis itu

Berbeda dengan wanita, laki2 yang kebutuhan biologisnya tidak tersalurkan, akan mengganggu ibadahnya. Bahkan akan menggiringnya pada dosa besar.

(Hmnmm.. tugas pria dan wanita itu memang sudah ada porsinya masing masing yaa. Please see… setara ibu bukan sama, setara itu sadar dengan hak dan kewajibannya masing masing)

Bayangkan betapa menderitanya suami yang tidak terpenuhi kebutuhannya oleh istri. Sudah lelah bekerja, uangnya dihabiskan pula oleh keluarga. Kebutuhannya malah tidak terpenuhi.

Istrinya obsesif lagi..boro2 ngasih jalan poligami. Kalo cuma mau dapet rumah rapi sih bayar pembantu aja..murah. Nyuci kiloan..murah. Makan beli jadi..apalagi istrinya juga ga jago masak..heu..

(Bukan 'hanya' ya klo gt.... Menjaga dr dosa besar)

Dalam Islam, zina itu haram. Hukumnya rajam. Bahkan harus menundukkan pandangan. Maka tugas istri adalah menyediakan semua kebutuhan yang seperti itu dan halal. Dan itu sebetulnya tugas yang berat.

Harus selalu siap kapanpun diperlukan. Bahkan kata Rasul walaupun di atas punggung onta.

Kata Rasul..seorang laki2 yang tergoda di jalan hendaklah segera pulang dan menemui istrinya. Tentunya bukan utk bantuin cuci piring kaan?

(Jdaaang…. Wikikikik)

Nah..istri itu harus standby dengan kondisi suami begitu.

Btw itu perumpamaan paling ekstrim..di atas onta. Meureuuun..dulu waktu para kafilah dagang pergi perjalanan berminggu2..kalo butuh ya harus bisa di atas onta..hehehe

Ini yg kebanyakan istri ga ngerti. Ini yg menyebabkan banyal perselingkuhan dan perceraian

Istri sibuk mengurus rumah..ketika suami butuh kabur...alasannya lelah. Lalu suami harus bagaimana? Bersabar??

Jadi, frame kewajibannya kita harus tau dulu. Kewajiban ini prioritas utama.

Selanjutnya hanya bumbu cinta...masak enak, rumah rapi, baju harum, pekarangan indah berbunga.

Ga perlu disuruh, itu bukan kewajiban. Tapi itu tambahan pahala yang Allah sediakan untuk para istri sholihah.  Semuanya dilakukan untuk menambah rasa cinta dalam rumah tangga..menambah mood juga untuk bercinta. Nah..kalo kebalikannya ya jadi salah. Pekerjaan sampingan menguras energi untuk melakukan hal yang wajib..

Intinya..kenapa laki2 mau nikah? Utamanya karena kebutuhan bioligisnya harus terpenuhi.

Untuk itu dia harus membayar mahal : menafkahi istrinya lahir batin

Kalau anak kan asset ya,  invest ...laki2 ngurus anak..nanti yang ngurus dia kalo tua kan anaknya. Tapi istri ini biaya, cost.

Nah..ketika laki2 dapat pemenuhan ini tanpa harus menikah, tentunya mereka bersuka cita..enak bisa makan sate ga usah miara kambing..heu..

Makanya pernikahan makin lama makin ga laku.

Yang paling diuntungkan dengan gerakan para feminis itu ya para lelaki..

Perempuan bisa cari duit sendiri..laki2 enak.

Perempuan ga mau nikah..tapi mau nyodorin tubuhnya gratis yaa bagaikan kucing ditawarin ikan asin. Kucing persia aja tergoda.

Dalam islam, cerai itu di tangan suami. Mengapa? Salah satunya karena secara finansial yang paling dirugikan dalam cerai itu ya suami. Udah banyak keluar duit, bayar mahar, nafkahin istri..trus masih harus bayar gono gini.

Kalo istri kan mau cerai tinggal pake perasaan aja..hehehe..

PART THREE. EPILOG

Apaan yahh penutup dan kesimpulannya?

Kesimpulan saya ini ya:

1.       House chores memang bukan kewajiban siapa siapa (suami atau istri), tapi secara umum itu memang kebutuhan pribadi manusia, so ya kerjasama dan atur atur aja dehh. Kalo istri ga mau ngerjain rumah tangga ya gapapa, artinya siap uang nafkah dipotong buat ngebayar ART. Hihi..

2.       Ajarin anak laki untuk survive mengerjakan urusan rumah tangga juga, karenaa…. Bukan kewajiban istri :D Sooo ini modal buat teamwork saat menikah nanti.

3.       Urusan pemenuhan biologis itu adalah hal yang serius. Bukan HANYA. Apalagi buat laki laki.

4.       Artikel Pak ustadz itu membicarakan strict mengenai masalah hak dan kewajiban, fokus terhadap yang disebut sebagai ‘kerjaan pembantu’. Okee? Belio hanya membicarakan 1 aspek saja dalam pernikahan. Tentu tidak salah, krn memang artikelnya fokus membahas itu. Tapi sebagai suami istri, yang membina rumah tangga, please see it in a bigger frame. Pernikahan itu bukan sekedar suami wajib ini istri wajib itu, pernikahan jg mengenai memberi dan menerima, mengenai cinta, komunikasi, kerja sama, semua itu pake SENI, juragan. Yang lain lain ini dibutuhkan sekali dalam rangka kompak beribadah pada Allah.

Demikiaaaaannnn ringkasan liqo kali iniiih.

Wassalam:)

Wednesday, March 27, 2013

Ekonomi Islam - Perbankan

Oke… topic liqo kami tanggal 26 Maret adalah tentang ekonomi islam (lagi), fokus sama perbankan syariah. Kali ini aku rangkum biar ga digetok ibu narasumber lagi.

Narasumber kita kali ini adalah Bu Alfati N. featuring Bu YuriaPC. Jawaban dari narasumber sesuai dengan warna pada namanya yaaa… Harap diketahui bahasan  di bawah adalah untuk newbie. 

 

Sedikit intro untuk rangkuman di bawah

3 transaksi yang dilarang dalam islam: Riba, Gharar, dan Maysir. Dalil mengenai pelarangan 3 jenis transaksi ini akan saya rangkum di post yang lain.

 

Here we go

Bismillahirrahmanirrahiim

 

Me:  Ya atuh masak kpr margin nya gede banget, bikin rumah gak terjangkau, hihihi

AN: Itu yg ngatur BI atuh buuuu. Buat keseimbangan ekonomi. Mikro dan makro itu berkaitan. Bunga diturunin, ngaruh ke cadangan devisa, export import, transaksi LN, dll

Kl yg murah2,itu buat rakyat kecil Rikkkk

Nah kalo gajinya gede, deposito minta hasil gede, ya ngga bisa.

Kpr konven bunganya ga fix..bebas naik turun sesuka hati

Wajar atuhhh margin KPR gede

Misal dirimu margin depo 6% (dah versi gede banget nih)

Kebayanglah ya bank kudu jual KPR dgn margin min 9%

Lha 6% diambil Rika

Someday, depo bakal dibikin jd 1% kyk Jepang

So kredit pun bs jd 3-4% sajaaaa

KPR blm bs rendah karna nasabah nabung, depo,dkk blm cocok dkasih kebijakan margin kecil

Bukan hanya KPR, semua kredit bank

Tapiiiii

Thn depan BI mulai menurunkan margin/bunga bank secara drastis kl dsetujui

So bisa jd bakal cm 1% margin/bunga deposito teh per tahun

Kayak Jepang, eropa,amriki

YPC: Jadi deposito pun turuuunnn

AN: Yg mau ngutang jd murahhhhh

Yuppiiiiii

Jualan LM larissss

YPC: Orang ga mau nabung lagii..pada beli forex, ikut trading, beli obligasi

Bank ketar ketir

AN: Investasi jualan RD, saham, franchise laris manis tanjung kimpulll

YPC: Bunga kpr pun ikut naik...wakakak

Cyclus never end

AN: Iyaaa, itulah ekonomi

Kl analisa suami, angka 1% blm cocok utk Indonesia

4% mentoknya

Itupun kl ekonomi stabil

YPC: Kalau soal hitungan ya rik, ga usah dibandingin..konven atau syariah ga mibgkin jauh beda

Ga Mungkin

AN: betullll, da acuannya BI rate

Konven murah karna diskon 1-2th pertama

Abis itu siap2 dehhh    -----> ini yang disebut ketidakjelasan, transaksi yang dilarang 

YPC: 4% dan investor pun kabur...qiqiqi

Emang ada yang mau nyimpen disini dikasih 4%?

Resiko tinggi gitu

AN: Paling pol tuh ekonomi Islam

Untung rugi bagi rata

Tp indonesia blm siap

Negara islam manapun dink,blm siap

Karna mental penipu dan nggak bertanggung jawab msh banyak

Mungkin saat khilafah nanti bakal ada sistem yg lebih adil

Skrg tahapnya sosialisasi dan mengurangi akad maghrib dulu

Maysir, gharar, riba

Rika datang k bank bawa uang 5M, bilang titip invest ya bank, berapapun hasil/ruginya sy trima

Mak Lei datang k bank minjem 5M, untungnya bagi ama bank

Rugi pun kita atasi bersama

Aman yaaa

Tp mungkin ga yaaa

Yg punya deposito yg bakal ga rela, bu Rika itu  ---> ih bawa bawa namakuhh

Kl sekarang, itu belum bs dilakukan, karna yg buka tab dan depo msh mengharapkan keuntunngan

Sehingga urk sementara, yg dibereskan syariah adalah membungakan uang, transaksi diperjelas dan spekulasi dilarang keras.

Mona : Duuhh..sering disebut di qur'an ya pdhl..*kmn aja

 

Elma:  Jadi bank syariah di kita belum ada yg tanggung rugi bersama ya ?

 

AN: Belum ada Elma

Tp ketika nasabah rugi (bukan karna kelalaian), nasabah bisa diskon marginnya bahkan kembalikan pokok saja

AN: Kl bank konven, udah rugi, bunga berbunga pula

Iya..paksu ku blgny gt jg..kl bnr syariah ya bagi hasil itu hasil untung maupun rugi

Orang rugi kok diperas

Yg nabung mau ga kayak gt?

YPC: Didemo sama nasabah dan dihajar BI 

AN: Margin bulan ini minus ya kata bank

Elma:  Bunga berbunga ya kalo yg konven ? Wewww ... Kirain berbunga doang.

AN: Lha uang yg dipinjeminPan uang yg nabung dan depo ini Mon

Bunga berbunga Elmaaa

Itu jahatnya

Trus dari segi akad, kita minjem uang kan ke bank konven? Dilarang lho dlm islam

Kl butuh uang buat beli, ya jualbeli aja sekalian

Mona: misal buka deposito di bank nih

5M deh

 

YPC: Meni hobi eta 5M

AN: Teh Patra, dan ibu2 lain jg deh, so total 100M

Biar bank bisa ngasih keuntungan ke Mona dan ibu2 lain, uangnya kudu diputer kan Min?

Mona : Iya

AN: Diputernya itu dengan ngasih kredit Mon

Kl kreditnya sistem tanggung rugi, nasabah yg nyimpen duitnya jg kudi siap kl margin bulan/thn ini rugi, bener ga?

Mona Iya..andersten..

AN: Itu yg blm siap Mon

Mona: Hoo..iya2..bank dan nasabah siap rugi ua?

 

AN: Ada syarat utk tanggung rugi bs berlaku

1. Akhlak masy kudu jujur, bertanggung jawab

2. Masy yg nyimpen uang mau dengan dan siap dgn resiko tanggung rugi

Me: Maap agak loncat, Jadi kalo pinjem kpr mau dpt bunga atau bagi hasil kecil, artinya nasabahnya jg dpt bunganya atau bagi hasil kecil gt?

 

Me: Oo pantes ya kalo minta modal ke bank, bank ga mau tanggung rugi

Me: Ini yg dibilang temenku, bank syariah itu blm syariah

Me: Krn yg dibayarkan adalah bagi hasil prediksi keuntungan, bukan aktual

 

Tantri:  Brarti sy kpr pinjem duit kr bni ga boleh sbnrnya ya  dlm islam?

Me: Btw asuransi dlm kpr nya jg konvensional, dobel dosa saya ya, hiksssss

AN: Kumaha kl yg minjem teh sengaja mau ngebobol bank, so kl rugi dia bebas ga usah byr lg?

Intinya, jika Islam sudah mendarah daging dimasy, baru sistem ini bs jalan

Rikaaaa,belum sesuai syariat 100%, tp udah better kan daripada konven, dan itu pun alasan blm bisa 100% syariat karna keadaan aka terpaksa.

Skrg temenmu maunya apa? 100% syariat?

Ya dakwah lah yg kenceng ke masyarakat

Jgn protes tanpa solusi,ya nggak.

@Elma dalam Islam tegas dilarang minjam uang lalu byr lebih,itu namanya riba. Dalilnya banyak kok, brows aja.

Tantri: Brarti sy tiap bulan berdosa  bayar cicilan ke bni

Tantri : Mau pindaah

 

AN: Karna sudah ada yg lebih baik, iya Tan. Walaupun blm ideal.

Pindahin aja.

Bedanya cm kena biaya lg aja kok

Margin mah percayalah, sama sajaaaa, beda2 dikit.

Kelebihan bank syariah daripada konven secara Islam saat ini

1.Transaksinya sudah tidak riba

2.Transaksi udah jelas jualbeli/ kerjasama/ titipan/ dll bukan spekulasi kayak judi lagi.

3.Dosalurkannya hanya utk sektor yg dibolehkan, so pabrik bir, babi, sambung rambut, sambung alis, judi, prostitusi, rokok ga bakal dpt kredit dari bank syariah. So ga bakalan bs hidup kan usaha kayak gt? Kecuali modal sendiri.

Kekurangannya

1.Belum ditemukan akad yg tepat utk bisa save dalam transaksi kerjasama yg bagi untung/rugi.

@Riika iya, kl mau KPR atau margin kredit apapun kecil, margin deposito dan tab nasabah jg pasti akan kecil. Konsekuensi.

@Mona belummmm, dimana2 blm bisa diterapkan akad ini. Tp MUI meegaskan kl nasabahnya rugi karna benar2 diluar prediksi dia alias bukan karna lalai dan sengaja, maka bank syariah hrs memberi diskon margin/ memperpanjang jangka waktu byr/ memghapuskan margin buat nasabah itu.

Elma: Berarti memang ekonomi syariah di indonesia ini diterapkan bertahap ya.

Elma: Setauku pinjem.ke bank syariah akadnya beda

YPC: Pokoknya kalau urusan sama bank syariah aman..

Elma: Misalnya kita mau beli mobil, trus mau pinjem uang ke bank syariah. Maka mekanismenya  bank syariah akan beli mobil itu, trus dia jual lagi dg harga lebih tinggi ke kita. Nah kita nyicil sesuai harga jual si bank ke kita dibagi waktu nyicil.

YPC: Jadi di Islam itu setiap muamalah tidak boleh ada pihak yg terzhalimi

Kalau ada uang dipinjem lamaaa itu menzhalimi yang punya uang

Jadi pinjam uang itu adalah transaksi darurat kalau tidak ada cara lain.

Dan tidak boleh berlebih

Tantri Trus status rumah sy yg dicicil dgn cara pinjam ke bank konven, rumahnya jd ga berkah dong ya

Sandi Primeia 15th jg ...

AN: Kl bank konven, tetep kudu bur bunga, dan itu bunga berbunga itungannya.

Jd dia diminta balikin 4M aja, ga usah pake bunga/margin.

Diperpanjangpun dia nggak sanggup bayar.

Misal, dia utang 5M, baru byr 1M, usahanya bangkrut.

YPC: Kalau untuk beli barang, si peminjam kan mendapat keuntungan karena jadi bisa beli dan menikmati barang tanpa modal. Wajar kalau yang punya uang juga mendapat keuntungan. Maka sebaiknya disini digunakan akad jual beli (murabaha). Jadi bukan pinjam uang

Kalau untuk modal usaha, si peminjam kan bisa dapat keuntungan. Agar adil yg punya uang juga dibagi. Maka digunakan akad mudharabah atau musyarakah. Jadi ada bagi hasil

AN: Tau ga, nasabah besar non muslim skrg setia ama bank syariah.

Me: Maksudnya nasabah besar itu apa

YPC: Yg M  M an malahan skrg sama bank syariah kebanyakan. Kecuali yg udah kadung ada kerjasama ama bank konven, kayak Payrol, diskon margin, dll

Yg saving dan minjam diatas 1M Rik

Me: Ooooo

YPC: Karna mrka merasa aman jika ternyata usahanya macet, ga kena bunga berbunga

Cumaaaa terkendala dikecepatan proses

END OF CHAT

Monday, March 18, 2013

Menyiapkan Masa Depan

Dari komennya seorang teman di grup ITBMH tentang 'menyiapkan masa depan'

Makasih bu Alfati Nova:)

Ada banyak dalil dlm Al-Qur'an yg memganjurkan kita utk berusaha menyiapkan hari esok, dan bagaimana usaha terbaik utk itu jg ada dalilnya, lalu usaha2 yg dibolehkan jg ada. Dalam hadits jg banyak, aku kutip beberapa aja nih:

1. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Hasyr : 18)

2. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(Annisa : 9)

3. “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.” Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah
kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur.” (Yusuf : 46 – 49)

4. Dari Sa’d bin Abi Waqas ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “… Sesungguhnya engkau jika meninggalkan anak-anakmu dalam keadaan kaya (berkecukupan) adalah lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam kondisi miskin meminta-minta pada manusia. Dan sesungguhnya tidaklah engkau memberikan nafkah kepada keluargamu dengan tujuan mengharap keridhaan Allah SWT, melainkan akan Allah berikan pahala atasnya, bahkan suapan yang engkau suapkan ke mulut istrimu…” (HR. Bukhari)

TAMBAHAN dari Bu Mentor Teh PATRA

1. Rasulullah menyimpan makanan untuk kebutuhan keluarga selama setahun [HR Bukhari no 2904 dan Muslim no 1757].

2. Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya. [HR Muslim & Ahmad]

UPDATE

Teh Patra : Sepemahaman saya, dalam hal Rasulullah menginfakan seluruh hartanya, statusnya 'pernah'. Itu adalah kemuliaan beliau dan para sahabat, tapi bukan untuk dijadikan syariat. 

Makanya Rasul bertanya pada Abu Bakar saat Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya 'lalu apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?'. 

Dan Rasul juga tidak protes terhadap Umar yang'hanya' menginfaqkan separuh hartanya. Dan juga tidak memerintahkan semua sahabat menginfaqkan seluruh hartanya seperti beliau.
Teh Patra Dalam Islam, harta yang paling barakah adalah harta yang paling banyak manfaatnya. Makanya islam tidak merekomendasikan/melarang harta idle. Seperti air menggenang, harta idle itu berpotensi mengandung penyakit. Lagipula harta idle akan terus berkurang karena zakat.

Tapi larangan ini bukan bersifat haram seperti haramnya berjudi atau mencuri. Hanya tidak disukai, tidak barakah. 
Harta idle itu terutama ditujukan pada harta yang benar2 diam, tidak jelas peruntukannya. Uang nganggur, tanah, bangunan, dll.

Sementara kalau tabungan yang jelas peruntukannya, itu dikategorikan planning, persiapan. Jadi bahkan dianjurkan. Dalam kaidah fiqh disebutkan 'sesuatu yang tanpanya suatu kewajiban tidak dapat dilakukan maka hukumnya wajib'. Misalnya jika untuk melakukan kewajiban berhaji tidak mungkin ditempuh kecuali dengan tabungan haji, maka tabungan haji menjadi wajib.

Apalagi di kondisi jaman sekuler seperti sekarang, dimana segala sesuatu memang harus bayar. Kecuali kalau mau sekolah ga bayar kayak saya..hehe

7 minutes ago · Like · 2

Friday, March 8, 2013

Niat dan Keikhlasan

Mentoring 1. Niat dan Keikhlasan

quranDari Umar ra berkata bahwa saya mendengar Rasul bersabda : Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapat balasan sesuai apa yg diniatkannya.

Barangsiapa berhijrah utk mendapat keridhaan Allah dan RasulNya, maka hijrahnya akan mendapat keridhaan Allah dan RasulNya.

Barangsiapa berhijrah untuk dunia yg dikehendakinya, atau wanita yg ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu pada apa yang dikehendakinya

(teks dan rincian hadis bisa dilihat di http://muslim.or.id/hadits/menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html)

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan Nya dalam menjalankanagama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus' qs. Al Bayinah : 5

Note from teh Patra:

Memurnikan ketaatan ( mukhlisin) maknanya adalah wala' (loyal) dan bara' (berlepas diri).

Artinya kita memberikan loyalitas hanya pada Allah saja dan berlepas diri segala sesuatu selainNya.

Niat adalah sesuatu yang mendasari amal. Niat yang menentukan hasil dari amal yang kita kerjakan.

Kalau kita niat mencuci piring agar piring menjadi bersih, maka piring akan menjadi bersih.

Kalau kita niat mencuci piring untuk menyediakan piring bersih untuk keluarga, agar menjadi keluarga yang sehat, selalu bersedia beribadah dan menjadi manusia yg bermanfaat bagi ummat, maka pahala dari semua yg kita niatkan itu tetap kita dapatkan dan piring tetap bersih juga.