Showing posts with label raul. Show all posts
Showing posts with label raul. Show all posts

Saturday, December 1, 2012

Raul 22 Bulan







Aug 29, '10 8:43 PM
untuk semuanya

Alhamdulillah, dalam minggu ini Raul akhirnya membunyikan sesuatu yang bermakna.., dan tiba tiba kosakatanya banyak. Barangkali selama beberapa bulan, walaupun dia blm mau bicara, tapi dia menyerap banyak hal. Kata terapisnya juga gitu, Raul reseptif nya bagus, pemahaman terhadap kata2 sebenarnya bagus.

Berikut ini kosa kata yang muncul

-          Ayah (ini yng pertama muncul hoho)

-          Maw (mau)

-          Kaki

-          A’u (Raul)

-          Bdaaah (bunda)

-          Mimik

-          Bibi (pipis)

-          Bubbb (pup)

-          Biu (biru)

-          Ajeehh (lagi)

-          Buahh à paling demen buah jadi paling sering teriak ini

-          Mam

-          Amin

-          Mmmuaahhh à kalo nge sun

Beberapa hari yang lalu pengen coba 3 days toilet training, yaitu diaper less selama 3 hari. Konon katanya manjur, tapi Raul kaga manjuurrr , hehe. Sbenernya melelahkan sekali, mengasuh anak yang udah biasa pakai popok all day, lalu mendadak ga pakai popok. Aku smpet yakin2 aja 3 hari berhasil. Tp setelah blm sukses 3 hari, mau kembali ke popok rasanya sayang training selama ini. Karena walaupun blm 100% sukses, tapi ada progress yang dihasilkan. Kalo balik pake popok lagi ntar trainingnya sia sia dooong. Akhirnya menguatkan hati utk lanjut, walaupun kalo bocor dimana mana tu rasanya…. Hmmm…. Gemeeessss bangetttt.

Tapi dengan cara ini aku bisa mengenali sebenarnya kapan momen Raul pipis. Pola nya masih belum terlihat banget, tapi ternyata faktor emosi mempengaruhi. Alhamdulillah, dan ga tau jg sebabnya apa, Raul ternyata nyaris ngga pernah ngompol setiap tidur. Pernah 1x ngompol tp dikiiit banget ga sampai bocor ke kasur. Dia juga ngga pipis kalau sedang digendong atau dipangku. Kebanyakan bocor kalo lagi posisi berdiri, dan begitu pipis pun dia langsung freezes, ga berani melangkah kemana mana, nunggu diangkat. Nah... kalau dia bangun tidur uring2an minta nen dan gak diturutin krn mau aku angkat ke wc utk pipis pagi hari, maka di kamar mandi dia ga mau pipis dan akhirnya pipis di saat yg tidak tepat. Maka, kalo bangun tidur dia blm mau bangkit, aku biarin dulu sampai dia mau bangkit sendiri dgn ceria, lalu ke wc utk pipis. Dgn cara ini malah manjur.

Aku lihat Raul jg sudah belajar bahwa ada air di lantai itu licin, krn Raul beberapa kali terpeleset. Beberapa kali kasusnya cukup berat menurutku. Hmmm bukan utk ditiru utk accident yah, tp kenyataannya dengan accident.. dia belajar. Jadi.. walaupun aku blm bisa mengontrolnya utk tidak main air di kamar mandi, tapi aku berani melepasnya (tanpa dipegang) utk main air, karena kontrol kakinya di tempat basah kulihat sudah bagus. Kalau melangkah di lantai basah, jalannya jadi hati hati dan menapak satu per satu.

 

Raul main air

                                                            main air sampai basah kuyup

Raul masih butuh waktu utk mengenal orang, he’s sooo shy. Ayah minta aku buat ajak Raul kenal anak2 tetangga. Tp terus terang aku masih ‘picky’ dengan anak tetangga. Anak2 golongan pojok sanah ada yang umurnya dah agak gedean, dan aku ngga suka dengar cara mereka berbicara. Udah kenal kata2 goblok n sumthin like that. Aku lebih suka sama anak golongan pojok sini, anak2 yang masih seumur Raul ke bawah, masih polos2.. hehe. Tapi anak2 ini karena masih pada kecil juga keluar rumahnya jarang. Pengennya sih nyariin sekolah kalau sudah lulus terapinya. Memang sih ga terlalu setuju anak disekolahin kecil, lagian apa yg dilakukan di sekolah bisa dilakukan di rumah. Hanya saja ternyata Raul butuh bertemu dengan orang lain, belajar mempercayai orang lain.. and play along with them. Urusan ini, Raul mirip mak nya bangett, hihi.

About Parenting

Sering sekali aku melihat orangtua teriak ke anaknya. Something like “Jangan lari2!! Ntar jatoh!!”, atau “aduuuh nakal banget sih, duduk yang tenang napa”. Aku sering menyayangkan ortu2 yg seperti itu. Ya Allah semoga mereka dapat pencerahan. Tapi aku skarang ada di suatu masa yang rasanya setiap saat aku pengen teriak kata kata seperti itu. Rasanyaa.. udah diujung! Rasanya ingin aku teriakkan. Apalagi di saat Raul sedang bereksplorasi terhadap hal hal yang memang berbahaya, atau sbenernya gak bahaya tapi bukan hal yang baik utk dilakukan, seperti ngisi air dispenser ke gelas sampei penuh lalu diminumin sampe bajunya basah, main2 air keran di kamar mandi dan meraih keran air panas, ngambil toilet sprayer yang menyemprotkannya.. PADAKU!! Naik2 kursi ke mau buka magic jar  dan ngacak2 nasi (yg ini akhirnya aku biarkan).

Raul main nasi

                                                         Raul sayang.... what are you doing..?

Tapi karena ingat pesan ayah Edy dan mba Evariny, Alhamdulillah kata2 itu tidak pernah keluar. Kata2 itu sudah berhasil aku gantikan dengan kalimat yang positif, hanya saja… aku ngga bisa kontrol teriak saat kaget. Kata2nya memang positif, tp aku teriakin krn esmosi, misalnya “Raul kalau pipis di kamar mandi, Raul anak pintar kan.. kalau pipis dimana? Dii… kamar.. mandiii” Tapi aku bilang seperti itu pake nada orang marah, haha. Duh… masih perlu belajar nih jadi ibu yang benar. Aku sadar bahwa ortu yang sering teriak itu justru ngga punya wibawa. I still cant help it. Help help!! Apalagi basically aku orang yang ngga bisa marah. AKu takut jangan2 banyak emosi terpendam di diriku lalu di saat aku bisa marah ke anak, emosinya keluar smua. Duh jangan sampai deh. Harus banyak2 doa dan zikir

Raul mandi bola

Wednesday, November 28, 2012

Raul 2 Tahun

(ditulis 3 Desember 2010 di rikariza.multiply.com)

Raul ku sayang sudah menginjak 2 tahun. Ini adalah masanya dia mengimitasi. Setelah kosakatanya bertambah banyak dan makinnn banyak (yg jadi pertimbanganku menghentikan speech therapy nya walopun sama dokter disuruh terus), dia rajin mengulangi kata kata. Angka 1-10 sudah hafal. Warna warna standar sudah tau dengan baik. Bahkan sudah bisa merangkai kalimat dengan kata yang cukup panjang. Memorinya luar biasa, daku dibuat kagum olehnya.

Raul: “bunda…. Bawaat: (bunda.. pesawat)

Bunda: “ bukan raul, itu bukan pesawat, itu helikopter”

Raul: “bundaa, bukang.. bawat..itu.. eliopel”

 

Raul:” bundaa, bulan abitt” sambil nunjuk bulan

Bunda: “ kalau matahari dimana?”

Raul: “mataali.. bobok”

*segala benda yang dia ngga lihat disebut bobok… xixixi*

 

Nevertheless, ada hal yang mengherankan aku. Ada saat saat tertentu dimana Raul ngamuk tapi ngamuknya ngga ada sebabnya dan terkesan dibuat buat. Kumaha nya. Jadi.. sebenarnya tidak ada hal yang mengganggunya, tapi dia seperti berakting ngamuk, berakting lempar lempar barang, tapi lalu jadi serius, ketika dihentikan ngamuknya jadi beneran dan sulit dihentikan.

Di saat Raul rajin mengimitasi, muncul hal seperti itu. Menurut insting bunda, itu adalah hal yang dia tiru, bukan hal yang alami muncul dari dalam anak 2 tahun. Selidik punya selidik, walaupun tidak ada bukti ilmiah, aku curiga itu asalnya dari Syamil dkk, Sali dan Saliha.

Lho… bukannya Syamil video yang meng edukasi tentang akhlak dan Sali/Saliha juga buku edukatif?

Setelah ngikutin hipnoparenting-nya mba Evariny Andriana, aku jadi mengamati beberapa alat edukasi Raul.

Di buku seri Sali/Saliha (apa tu judulnya lupa), memang diajari akhlak yang baik, namun diberi tahu juga mengenai akhlak yang tidak baik. Misalnya mengenai ‘Anak yang berhati hati’. Buku tersebut memberi pesan moral untuk berhati hati, dengan diawali contoh tindakan yang tidak hati hati, misalnya bermain dengan pisau dan korek api. Ada pula mengenai akhlak kesopanan terhadap asisten rumah tangga (Aku Sayang Bibi), yang diawali dengan ‘adegan’ di mana Sali teriak teriak ke bibi.

Begitu pula di seri video Syamil, mirip mirip seperti itu. Mengajarkan kejujuran dengan memberi contoh ketidakjujuran, walaupun memang sih disebut bahwa tindakan tidak jujur itu tidak baik. Ada juga tuh adegan Syamil melempar barang karena kesal sama temannya, walaupun pada akhirnya Nadya kakaknya menengahi dan menyuruh untuk bermaafan. *jangan jangan adegan ini yang ditiru Raul*

Baru berpikir (pikiranku bisa salah bisa benar, wallahu alam, cmiiw), umur 3 tahun ke bawah dimana alam bawah sadar memegang peran 100%, di mana anak sebenarnya tidak tahu konsep salah dan benar, logika belum jalan, seharusnya tidak perlu dikenalkan dengan hal negatif, kecuali secara tidak sadar si anak melakukan hal yang salah dan kita mau meluruskan. Ketika kita bilang “jangan lari lari” anak malah lari lari. Sama ketika aku menyapih Raul. Pada suatu saat aku memberi pengertian bahwa mimi susu (yang ini) Cuma buat adek bayi, seketika malah yang raul ingat adalah mau menyusu lagi dan dia minta nyusu (padahal sebelumnya lagi tenang tuh).

Aku kemudian menyorot seri Diego dan Dora. Sayangnya, video itu sifatnya umum dan general, tidak spesifik Islam sperti Syamil, yang sesekali menyelipi aktivitas hariannya dengan doa dan zikir, which is very good actually.

The thing is, Diego dan Dora sama sekali tidak memberi contoh negatif. (as far as I know). Nilai yang disampaikan tidak langsung terlihat, misalnya nilai keberanian, positive thinking, sportivitas saat berkompetisi, kepedulian untuk berbagi, semuanya tidak disampaikan dengan verbal misalnya “kamu harus berani, kita harus selalu positif dll”. Hal ini yang membuat aku merasa lebih aman kalau Raul nonton Diego dan Dora. Isinya menonjolkan hal positif: petualang, keberanian, kepedulian, semangat, berpikir positif, bersenang senang.

Mudah mudahan alat edukasi anak yang Islami bisa terus menjadi lebih baik. Postingan ini bukan utk menghalangi bunda sekalian utk membeli yang saya review di atas lho ya. Buku dan video tersebut bagus banget kok, mudah2an dengan selalu didampingi, kita bisa meminimalisir yang tidak diinginkan.

Kata kunci: parenting