Wednesday, April 4, 2012

Islam dan Perbudakan

Seorang teman menjawab pertanyaan teman lainnya mengenai perbudakan dalam Islam. Di post di ini utk dibaca lagi kalo kalo lupa, hehe...

Thanx buat Rira Nurmaida, for the enlightening comments.

Islam datang ketika perbudakan sudah menjadi bagian dari khidupan umat dan sudah menjadi hal yang lumrah. Karena itu, terkait realitas yang dihadapi, Islam mengajukan dua tawaran solusi terkait hal tersebut. Yang pertama, stereotip bahwa budak adalah manusia klas dua dan wajar diperlakukan semena-mena, diperjualbelikan, pokoknya tidak manusiawi, maka harus ada upaya untuk membebaskannya. Yang kedua terkait praktik perbudakan itu sendiri, hak-hak dan kewajiban tuan terhadap budak dan sebaliknya.
وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًۭٔا ۖ وَبِٱلْوَ‌ٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًۭا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًۭا فَخُورًا [٤:٣٦]
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (an-Nisa:36)

Terus Rasulullah bersabda: “Takutlah pada Allah dengan hamba sahaya kalian, mereka adalah saudara kalian yang Allah jadikan di bawah kekuasaan kalian. Berilah mereka makan dari apa yang kalian makan, berilah pakaian dengan apa yang kalian pakai, jangan membebani mereka dengan beban yang memberatkan, jika kalian membebani mereka, maka tolonglah mereka.” (riwayat Muslim)
Jadi perlakuan baik terhadap budak itu wajib terhadap budak. Hak-hak kewarganegaraan termasuk penjagaan nyawa juga sama seperti orang merdeka (misalnya ada yang membunuh hambanya maka wajib diqishos juga.) Terkait pemberian hak untuk “bersenang-senang” (istimta’) sebagaimana suami-istri dengan budak itu salah satu hikmahnya terkait pengangkatan martabat budak ybs seolah dia seorang istri yang merdeka (ya, agak sulit sih pas bagian ini), ketika dia mengandung dan melahirkan anak tuannya, otomatis akan jadi merdeka begitu tuannya meninggal.
Tapi meski demikian, penekanan dalam Islam adalah untuk membebaskan perbudakan sepenuhnya. Kita bisa melihat ini dari banyaknya mekanisme:
1. anjuran membebaskan budak dan balasannya dengan pahala yang besar, juga berbagai mekanisme kafarat yang memberikan opsi untuk membebaskan budak (misalnya ketika membunuh seorang mukmin tanpa sengaja, melanggar sumpah, suami istri berjima’ di siang hari bulan ramadlan, dll) .
2. Dalam beberapa kasus tertentu, seorang hamba bahkan bisa bebas dari pemiliknya secara otomatis tanpa ada kehendak dari pemilik, misalnya ketika tuannya itu adalah mahramnya sendiri (misalnya mewarisi budak atau membelinya), atau jika ada tindak kekerasan dari tuannya, si budak otomatis bebas, kalau tuannya menahan, hakim yang turun tangan membebaskan.
3. Bahkan Islam mensyariatkan bahwa si budak mungkin saja membebaskan dirinya sendiri jika ada perjanjian mukatabah dengan tuannya, misalnya tuannya bilang kamu bisa bebas jika membayarkan sejumlah uang. Dan perjanjian macam itu termasuk perjanjian yang tidak boleh dicabut.
4. Belum lagi pihak Negara melalui baitul mal punya pos tersendiri dari zakat untuk membebaskan budak.
Nah, sekarang kan praktik perbudakan sebetulnya memang sudah tidak ada. Kalau ada yang bilang di arab itu menganggap pembantunya seperti budak, wallahu a’lam. Tapi sesungguhnya kan akad mereka itu ajir-mu’ajir (kepegawaian/pengupahan), jadi ga absah memperlakukan mereka seperti budak (lagipula apa benar diperlakukan sebagai budak seperti yang disyariatkan oleh Islam? Selama mengikuti syariat islam, rasanya punya budak itu malah merepotkan banget, seluruh makanan, pakaian yang kita makan sama dengan mereka, tidak boleh membebani, tidak boleh melakukan kekerasan, dll, kayaknya sama aja kayak nambahin anggota keluarga baru, kalau butuh pekerja lebih simple mengupah orang tinggal member dia tugas terus menggaji sesuai kesepakatan antara kita dg ybs, ga usah mikirin menyamakan kualitas hidupnya, heu2)

Lagipula Islam sejak diturunkan sampai sekarang dapat dikatakan anti perbudakan karena menawarkan alternative atas berbagai hal yang dulunya memungkinkan manusia memperbudak manusia lain. Zaman dulunya kan perbudakan terjadi missal karena seseorang berhutang lalu ga bisa bayar, maka dia diperbudak si pemberi hutang, nah Islam mensyariatkan untuk memberi penangguhan untuk membayar hutang, sampai ybs sanggup membayar, dan ada keutamaan untuk ridha membebaskan utang. Kemudian, dulu itu perbudakan termasuk salah satu sanksi criminal, orang yang mencuri dll bisa jadi hukumannya diperbudak, nah islam datang dengan ketentuan2 pidana yang tidak mencabut status kemerdekaan seseorang. Atau pihak suku yang kuat memperbudak yang lemah, nah islam kan melarang hal itu. Terakhir tawanan perang sebagai budak, nah di QS Muhammad ayat 4, Islam mensyariatkan membebaskan tawanan perang atau menerima tebusan (tidak memperbudak). Memang pernah terjadi Rasulullah menetapkan sejumlah perempuan dan anak2 yang membantu musuh di perang hunain sebagai budak, tapi itu pengecualian hanya bagi yang terlibat dalam perang dan hukumnya sekedar boleh sesuai keputusan pemimpinnya, kecil kemungkinan diambil keputusan seperti ini, apalagi kalau perang disterilkan dari perempuan dan anak-anak. Jadi kesimpulannya Islam datang memang untuk menghapus perbudakan selamanya dengan mekanisme2nya.

 

You can reach Rira at:

www.kompasiana.com/rira

twitter: @preciouscygnet

http://kkcygnet.wordpress.com/

 

Sunday, April 1, 2012

Rahasia Posisi Janin Bagus

Alhamdulillah 2x hamil posisinya ga aneh2. A: apa rahasianya? me: ngga pernah mengkhawatirkan tentang posisi, ngga pernah mikir takut melintang, sungsang, dsb. At the end, Allah decides.

Kurasa ini mirip mirip dengan ASI ya. Kadang kadang kebanyakan baca masalah ASI macet bikin kita kuatir berlebihan: 'gimana kalo ASIku nanti macet dll'. I never worry about it. I'm a woman. Inshaallah lancar. Sama seperti paragraf sebelumnya: at the end, Allah decides, dan tugas kita cuma pasrah.

Wednesday, March 14, 2012

Menenangkan Bayi dengan 5S nya Dr. Harvey Karp

Ini nih.. ringkasannya utk menenangkan bayi, efektif atau tidak... you try out yourself :)

"Happiest Baby on the Block"

Swaddling, Sh-ing, Swaying, Side-lying, and Sucking

  1.  Swaddling - membedong

  2. Sh-ing - mengeluarkan bunyi ssshhh yang keras

  3. Swaying - menimang

  4. Side-laying - memiringkan posisi bayi

  5. Sucking - menghisap


Swaddling --> karena bayi sudah lama dalam lingkungan rahim, di mana situasinya seperti didekap, sehingga bayi suka didekap (dibungkus)

Sh-ing --> situasi dalam rahim itu ribut (kontinyu), karena adanya aktivitas organ organ seperti pencernaan dsb. Itu sebabnya bayi suka dengan suara berisik yang kontinyu, seperti kipas angin, mesin mobil.

Swaying --> bisa digendong,kalo menurut saya bisa juga ibu duduk di atas birthing ball (gym ball) sambil digoyang goyang, atau ditaruh di bouncer, atau ditaruh di gantungan kain yang dikaitkan ke pegas (cara mak mak jaman dulu)

Side laying Posisikan bayi didekap menyamping

Sucking aktivitas menghisap membuat bayi nyaman, bisa dengan disusui, atau pake sesuatu yang lai (aman dan bersih) untuk dihisap

 

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=iu0TtxO-ocY&w=420&h=315]

Dunstan Baby Language - Summary

Berikut ini 'bahasa' bayi yang ditemukan si Priscilla Dunstan, beberapa yang utama

(copas dari doc itb motherhood)

Dunstan Baby Language (done)




Dunstan Baby Languange adalah bahasa bayi yang ditemukan oleh Priscila Dunstan. Hasil researchnya menunjukkan bahwa bayi 0-3 bulan mengeluarkan 5 macam suara (pre cry stage) yang berbeda untuk memberitahu kebutuhan dasarnya. Kelima2nya merupakan refleks, dan tidak dipelajari oleh bayi.

Bayi yang dibiarkan menangis lama akan terpicu pelepasan hormon kortisolnya (hormon stress) yang dapat memutus jaringan sinaps yang terbentuk. Jadi, mengenali pre cry stage ini sangat penting untuk mengurangi kuantitas menangis bayi.

 

Kelima suara (pre cry stage) versi Dunstan Baby :

(1) Neh (artinya lapar)

Ciri suara :

Di video yang saya lihat, beda2 bgt tiap bayi suaranya! Tapi yang sama, semuanya ngeluarin suara N atau NG.

Ciri gerak/refleks :

Adanya respon mulut menghisap (lidahnya ngecap2), kebanyakan bayi lidah ada di langit2 mulut.

(Dapat) disertai dengan gerakan kepala ke samping, jilat2 mulut, ngisap jempol.

 

(2) Owh (artinya ngantuk atau cape)

Ciri suara :

Ga ada suara N atau NG samasekali.

Suara owh muncul sebelum sinyal capek yang lain

Ciri gerak/refleks :

Refleks menguap

(Kebanyakan) mulutnya kebuka bentuk oval

Ada jerky movement, seperti garuk mata, tarik telinga

 

(3) Eh (artinya ingin sendawa)

(Sebenarnya ini bukan tangisan, tapi lebih merupakan refleks sendawa. Terjadi karena dada yang sesak karena udara).

Ciri suara:

Awalnya eh sekali, lama2 bila masih tidak disendawakan juga, jadi seperti umm...eh sound series (ow maafkan..sulit sekali deskripsinnyaa).

Ciri gerak/ciri fisik lain :

Bayi dapat menangis bila dibaringkan

 

Disendawakan dapat membantu mengurangi gumoh yang terjadi bila bayi disusui saat dadanya sesak karena air bubbles.

Selain itu dapat menghindari terdorongnya air bubbles ke abdomen bawah sehingga terjadi kolik (wind pain).

 

(4) Eairh (apabila kolik)

Muncul apabila suara eh eh (3) tidak digubris.

Ciri suara :

Nangis seperti yang kesakitan dan stress

Ciri fisik :

Raut muka kesakitan

 

Bila sudah terjadi :

Massage perutnya agar udara keluar lewat (maaf yaa) kentut.

 

(5) Heh (artinya tidak nyaman)

Disebabkan karena refleks kulit yang merasa tidak nyaman.

Mengindikasikan keridaknyamanan : terlalu panas, terlalu dingin, popok basah, butuh ganti posisi etc)

Ciri :

Breathy H sound (seperti terengah2 atau menghela nafas)

 

 

Tips2 dari Dunstan Baby :

  • Dengarkan pre cry stagenya (kelima suara tadi) sebelum bayi nangis makin ga jelas

  • Apabila banyak kata yang keluar, dengarkan kata yang dominan

  • RELAX apabila bayi tidak mengucapkan semua kata-kata di atas

  • Ubah posisi bayi agar dapat mendengar suara lebih jelas (kitanya musti fokus)

  • Perhatikan refleks fisik bayi


[youtube http://www.youtube.com/watch?v=nv3-74EFtWQ&w=420&h=315]

 

Friday, December 30, 2011

Tentang Pendidikan Montessori

Konsep pendidikan Montessori diambil dari nama pengembang konsepnya, yaitu Maria Montessori. Beliau ini ‘Ibu Kartini’nya orang Italy lho. Ceritanya nih, dulu di Italia, wanita tidak diberikan kesempatan yang sama untuk belajar seperti halnya pria. Tapi karena beliau ini sangat intelek, beliau masuk ke sekolah teknik yang tentu saja isinya lelaki semua. Dari situ beliau ingin menempuh karir di bidang engineering. Tapi pada akhirnya, beliau  menempuh pendidikan kedokteran. Selain kedokteran, saking pinternya, beliau juga setelah lulus menempuh pendidikan bidang psikologi juga.

Dalam dunia psikologi, Montessori kemudian banyak melakukan kunjungan kunjungan terhadap pasien di RSJ setempat. Beliau percaya bahwa masalah gangguan mental adalah sebenarnya berpangkal lebih pada masalah edukasi ketimbang masalah medis. Beliau buat program untuk memisahkan anak anak dengan keterbelakangan mental, dan melakukan treatment tersendiri. Setiap hari selama 2 tahun, Montessori menolong anak-anak cacat ini untuk belajar dan berkembang berdasarkan ilmu ilmu dari tokoh panutannya. Hebatnya, sekelompok anak berkembang dengan pesat sehingga Montessori mendaftarkan mereka pada ujian nasional, dan mereka berhasil lulus tanpa kesulitan! Beliaupun jadi heran, ada salah apa dengan sekolah umum, yang memberikan tes tes sedemikian rupa, jika dia selama 2 tahun mengajar bisa membawa anak anak cacat dan ‘kekurangan’ untuk menyamai standar pendidikan pada anak biasa.

Next, beliau terjun pada pendidikan anak anak biasa dan melakukan penelitian. Beliau membangun sebuah tempat pengasuhan anak yang diberi nama Casa Dei Bambini, mengaplikasikan program program yang disusunnya. Anak anak ternyata suka dengan teknik mengajarnya yang dulu digunakan di lembaga mental. Beliau menemukan bahwa anak anak ini suka untuk melakukan latihan-latihannya dengan cara mandiri, tanpa dibantu. Beliau tidak pernah memaksakan program/aktivitas apapun pada anak anak. Ia hanya berusaha menawarkan dan mengenalkan aktivitas aktivitas baru. Selanjutnya, terserah anak anak apakah mereka akan mengeksplorasi lebih lanjut atau tidak.

Dalam proses ini, Montessori meneukan hal yang lain, hal yang aneh tapi wonderful .Anak anak yang berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas ini mulai menunjukkan sifat sifat khas anak yang Montessori tidak pernah lihat sebelumnya. Beberapa anak menunjukkan bahwa mereka memiliki inner calmness, mampu berkonsentrasi penuh pada waktu yang cukup lama. Tidak hanya bisa dengan cepat menyerap kemampuan yang tergolong kompleks dan pengetahuan yang rumit, mereka juga mengembangakan disiplin diri yang tidak menggantungkan diri pada peraturan luar. Dalam berhubungan dengan orang dewasa dan anak anak lain, mereka menunjukkan kasih sayang dan pengertian. Ternyata apa yang mereka lakukan selama ini membuka dan membebaskan pikiran mereka untuk fokus kepada tujuan dan pemikiran internal mereka (bukan pengaruh luar) --- bahasa mudahnya mah,… integritas. Mereka melakukan sesuatu bukan karena pengaruh aturan luar, tapi kesadaran dari diri sendiri.

Selama 2 dekade Montessori secara konsisten mengembangkan konsep ini, dan kemyudian mulai memformulasikan konsep pendidikan ini.

Tentu banyak sekali hal yang harus diceritakan, mengenai konsep dasar dan aturan aturan ala Montessori. Kita lanjutkan di summary berikutnya deh yaaJ

 

Ref: Basic Montessori, Learning Activities for Under-Fives (dengan penyederhanaan bahasa oleh saya)

Ruam Popok - Diaper Rash

Sebenarnya istilah ruam popok memiliki istilah umum yaitu ‘iritasi kulit’ yang terjadi pada wilayah yang tertutup oleh popok. Kategori ruam popok pun bermacam-macam

Ruam Popok atau diaper rash (bahasa medisnya diaper dermatitis)  adalah hal yang sangat mungkin terjadi pada bayi. Yang terancam mengalami ini bukan hanya yang menggunakan popok sekali pakai lho. Yang pakai popok kain juga. Namun, memang risiko terkena ruam popok lebih besar pada pengguna popok sekali pakai.

Pada prinsipnya, ruam popok bisa terjadi karena hal hal berikut:

-          Terlalu lama menggunakan popok, sehingga kulit terlalu lama kontak dengan urine atau feses.

-          Alergi dengan bahan celana/popok yang digunakan. Bisa saja alergi terhadap bahan popok sekali pakai (pulp/kertas), bahan kain sintetis, pewarna pakaian, atau bahan alami yang non organik.

-          Menggunakan popok dengan sirkulasi udara rendah dalam waktu lama

Pencegahan ruam popok

-          Ganti popok yang rajin (kira kira 2 jam sekali)

-          Ganti popok sesegera mungkin jika bayi pup

-          Coba ganti merk popok

-          Cuci popok kain dengan bersih tambahkan ½ cup cuka pada air cuciam. Ini bisa menghilangkan zat iritan basa.

-          Yakinnkan membersihkan pipis dan pup dengan bersih

-          Gunakan lap yang tidak ditambahi pewangi

-          Gunakan krim ruam

MENGATASI Ruam Popok

-          Mengoleskan krim khusus ruam jika tetap menggunakan popok. Tidak semua bayi butuh ini sih. Ada 2 jenis krim ruam:

  • Krim berbasis minyak, lebih tidak lengket dan tidak ‘berantakan’

  • Dengan zinc oxide: sifatnya lebih pekat


-          Jangan menggosok bagian yang ruam

-          Biarkan bayi anda selama mungkin tidak menggunakan popok ataupun celana yang dicurigai sebagai sumber alergi. Jika sedang tidak menggunakan popok, tidak perlu menggunakan krim ruam.

Berikut ini adalah tips tambahan dari hasil kompilasi pengalaman ibu ibu untuk mengatasi ruam popok:

-          Mengoleskan VCO (Virgin coconut oil)

-          Mengoleskan minyak zaitun

Jenis jenis krim ruam

-          Zinc oxide, untuk ruam tingkat keparahan moderate

-          Acid mantle

-          Clotrimazole anti-fungal, untuk ruam yang membandel, yang mungkin melibatkan jamur

-          Hydrocortisone 1% cream, digunakan untuk kasus yang parah. Jangan digunakan dalam waktu terlalu lama (lebih baik konsultasi ke dokter)

Mengenai jenis jenis krim ini, jangan terlalu pusing ya bunda, bisa gunakan yang ‘standar’ yaitu zinc oxide dan acid mantle. Adapun jenis lain silakan dikonsultasikan ke dokternya, itu juga kalau parah ruamnya

Semoga bermanfaat:)

Ref: http://www.askdrsears.com/topics/skin-care/diaper-rash

 

Sunday, December 25, 2011

Anak Kecilku Sudah Sekolah.



(Ditulis utk doc ITB Motherhood)

Dulu, aku termasuk  orang yang tidak berlalu berminat menyekolahkan anaknya di usia dini. Alasannya:

1.       Takut anak stress dikasih materi materi yang belum perlu

2.       Sebenarnya stimulasi stimulasi bisa dilakukan di rumah

3.       Sekolah mahal

4.       Khawatir memberi ‘kelas’ tertentu pada anak, berhubung sekolah anak kecil biasanya mahal, berarti yang masuk sekolah adalah golongan tertentu (eh tapi gak semua yah)

Yes. Aku (dulu) termasuk orang yang kalo melihat anak lain kecil kecil sudah sekolah, jadi mengasihaninya. Termasuk golongan yang mikir, “ya ampuun ngapain sih skolah kecil2”

Lalu pada akhirnya aku memutuskan untuk mencarikan sekolah di usia 2 tahun dengan alasan:

 

1.       Sempat mengalami speech delay. Terapinya sebenernya belum selesai selesai amat, tapi kulihat melanjutkan terapi ngga terlalu signifikan dampaknya, karena saat itu Raul sudah ada perkembangan cukup baik, tapi di tempat terapi hanya one-to-one dengan terapisnya, ngga sosialisasi dengan anak lain.

2.       Super introvert, cenderung takut dengan anak lain, beda dgn anak tetangga di usianya. Upaya membantu bergaul dengan tetangga sudah dilakukan, tapi pergaulan yg tidak terstruktur gitu malah membuatku takut anak ini makin takut bergaul, ditambah lagi ada anak2 yang lebih besar yang mulai berkata kata aneh dan mainannya aneh aneh (pedang, pistol2an yang sempet heboh karena ada pelurunya itu)

 

Mikir nyari sekolah hanya utk alasan itu. Membantu sosialisasi dalam sebuah lingkungan yang terkontrol dan diawasi, serta punya aturan yang inshaallah selaras dengan aturan orangtua. Kalo sama anak tetangga, banyak hal yang tidak bisa kita kontrol.

Setelah trial dan menemukan sekolah yang membuatnya nyaman (parameter nya adalah sekolah yg ga bikin raul stress), here I am, berubah pikiran. AKu yang tadinya mikir sekolah dini alokasi dananya menggunakan dana sampingan, kalo perlu nyisihin sedikit, sekarang berpikir untuk mengusahakan menambah penghasilan supaya anak bisa terus sekolah dini. Kalau sudah menemukan yang cocok, do whatever it takes untuk menyekolahkannya.

Dulu orang ga punya hp bisa survive, memang. Dulu kaga ada sekolah dini, ada juga yang berhasil mendidik anak yang soleh. Memang. Dulu cara mendidik yang baik tidak terukur, Semuanya terlihat baik. Sekarang banyak teori teori baru, tentu tidak ada salahnya menerapkannya.

 

Aku merasa sudah memberikan alat stimulasi yang yaahh… lumayan cukup di rumah. Tapi melihat sekolah Raul, aku menjadi berpikir…. Di sekolah atau di rumah, lingkungannya harus dikondisikan semaksimal mungkin untuk siap mensupport anak saat ia sedang ingin mengembangkan potensinya. POtensi otak anak begitu besar, kemungkinan minat khusus sedemikian luas. Tentu sayang sekali apabila lingkungannya tidak mendukung. Di sekolah ini, berbagai alat peraga ada, dan semua ‘tangible’, bisa disentuh. Lingkungannya begitu siap untuk memberikan support motorik halus, kasar, bahasa, nilai kesopanan, kasih sayang, dan banyaaakkk lainnya, dan selama di sana, guru fokus mendampingi mereka selama 4-5 jam waktu sekolah.

 

I’m a staying at home mom, tapi aku ngga bisa mencurahkan waktuku 5 jam berturut turut tanpa diganggu oleh hal yang lain. Apalagi yang musti mikirin masak, nyuci, ngepel, tentu kecenderungannya adalah menjadikan tivi sebagai babysitter (FYI smoga sudah pada tau bahwa tv program macem baby Einstein, blab la bla.. tetap tidak lebih baik dari mengajak anak mengobrol). Kalau anak ikut2 ke dapur dan ngacak2 cangkir keramik di saat kita lagi ‘kerja’, mood langsung ilang, yang ada teriak2 ga jelas utk melarang. Dari sisi ini saja lingkungan di rumah sudah tidak ‘prepared’. Secara teori aku tahu seharusnya tidak begitu. But it happens. Otakku tahu, tapi segala indera tubuhku tidak bisa mengontrol. Aku terkadang nitipin anak jg ke si mbak kalo lagi butuh istirahat. SI mbak yang sudah aku ‘briefing’ tentang pola pengasuhanku. Tapi tetep aja kecolongan utk hal hal kecil. Padahal aku di rumah lho. Sekedar informasi tambahan, rumahku kecil dan banyak sekali barang. Karena bikin usaha di rumah, rumahku kek kepal pecah, kertas dan dokumen di mana mana, ada printer, ada mesin jait, ada mesin obras, dan benda benda yang kalau dioprek Raul rasanya bikin emosi meledak. Kadang2 printout invoice yang baru keluar printer langsung dia ambil dan dia lempar ke mana mana. Very not prepared environment, tapi clueless bagaimana cara mengkondisikannya, karena ga ada ruangan lain utk menyembunyikan benda2 itu.

Aku jadi banyak belajar hal baru sejak Raul sekolah. Aku melihatnya (2-2.5 yo boy) melepas sepatu, menaruh di rak, menggantinya dengan sandal indoor, memasukkan  tasnya ke lemari tas, masuk ruangan, menyalami guru gurunya. Begitu teratur. Di dalam ruangan, ia memilih mau mengerjakan apa, mengambil alat peraganya dari rak, duduk di meja dan asik ngoprek dalam waktu yang cukup lama, diulang dan diulang lagi sampai puas tanpa ada yang memaksanya utk berhenti (suatu hal yg biasanya aku ngga sabaran di rumah, pengennya ngeburu2 karena harus melakukan hal yang lain). Setelah itu dia akan merapikan pekerjaannya dan menaruhnya kembali di tempatnya. Eyangnya aja takjub melihat rutinitas di sekolahnya, dan sering membanggakan apa yang sudah bisa Raul lakukan. Kalau ada kekotoran, anak dilatih utk bertanggung jawab and clean up his mess. Ini menimbulkan kebiasaan yang baik dan terbawa di rumah. Walaupun bikin tambah kotor, Raul suka banget bantuin bibi nyapu halaman. Kalo bibi lagi nyapu, dia ikutan nyapu pake sapu lidi, walaupun daun daunnya jadi kebawa ke arah yang salah :D kalau di rumah liat pel, Raul juga suka mengepel. Kalau lihat kanebo, dia ambil kanebonya dan mengeksplorasi rumah, mana yang bisa di lap.

 

Yep. Ketrampilan2 tersebut adalah hal yang sederhana dan memang bisa diajarkan sendiri. However, aku ngga akan belajar tentang hal baru tersebut kalau tidak menyekolahkan Raul. Aku mengantar Raul dan menjemputnya, mempelajari rutinitas pagi dan siangnya, dan aku sering melihat hal baru dan informasi baru untuk aku terapkan di rumah, yahh walaupun di rumah tidak se ‘prepared’ di sekolah. Guru gurunya aku lihat disayaaaaang banget sama anak anak. Di rumah, Raul selalu menyebut guru gurunya. They are great people. Kepala sekolahnya juga sangat berdedikasi terhadap pendidikan. Secara rutin mereka ngadain pertemuan orangtua, dan diskusi apaa aja. Sayangnya aku ga pernah ikut krn bentrok terus. Di forum itu didiskusikan segala hal, mulai konsultasi, sharing, hingga merencanakan bersama, apa yg perlu didapatkan anak ke depan, ikut ngusulin program kerja, gitu lah.

 

AKu juga dikasih kesempatan membeli buku buku kopian mengenai parenting, yang informasinya sangat bermanfaat. Terakhir aku dikasih buku tipis tentang alphabet song, jadi belajar alphabet dengan lagu.  Sebenarnya aku bukan orang yang setuju dengan anak belajar baca terlalu dini, apalagi setelah baca kontroversi metoda glenn doman, yang membuatku makin menjauhkannya dari belajar membaca. Tapi ketika aku setel lagunya dan menunjukkan huruf2 dengan gambarnya, Raul sukaaaaa banget, apalagi nada lagunya ear catching dan lucu. Masak sih aku harus menunda mengajari alphabet ketika Raul enjoy bangettt dan minta diulang ulang terus. Lirik favorit Raul adalah “fox in a box, x… x..x…”. Kalo dah ketemu huruf O dan X girang banget dan ‘laporan’, “Bundaaaa…. X bunda!”

Sayang lagunya bahasa Inggris, jadi belajarnya ei –bi – si, instead of a-be-ce. Ndakpapa lah, aku lagi nyusun lirik bahasa indonesianya, supaya berimbang.

Dengan memasukkan Raul ke sekolah, aku jadi belajar hal hal baru. Apakah batita perlu sekolah? Kujawab, dengan kondisiku… perlu. Kondisi orang lain beda lagi yahJ Pastikan menemukan lingkungan yang bisa menyediakan support terbaik, yang juga sesuai dengan nilai nilai yang kita ingin tanamkan. Jadi ga sembarang sekolah dipilih yah:)